oleh

Isi Ceramah Tarawih di Masjid UGM, Jemaah Teriaki Anies: Presiden!

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Sleman, Mitrapost.com – Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Anies Rasyid Baswedan berkesempatan mengisi ceramah tarawih di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Kamis (7/4/2022) malam.

Dalam kesempatan itu timbul momentum yang unik. Pasalnya, ketika Anies menyinggung soal perpanjangan masa jabatan presiden, tiba-tiba para jemaah yang mengikuti ceramah tersebut secara kompak meneriaki Anies dengan sebutan ‘Presiden’.

“Presiden, presiden, presiden,” seru gemuruh jemaah.

Saking sesaknya, petugas keamanan harus mendirikan barikade membuat jalur Anies dari area tengah menuju Kantor Masjid UGM.

“Pak Anies Presiden,” sahut jemaah lainnya.

Selain itu, di lokasi masjid ditemukan banner bertuliskan Relawan Nasional Sobat Anies Kabupaten Klaten #IndonesiaHarusBersamaOrangBaik.

Reaksi itu bermula saat dirinya mengingatkan masa jabatannya yang akan usai pada Oktober tahun ini. Anies menunjukkan capaian kinerja di Jakarta selama 4,5 tahun sebagai orang nomor 1 di DKI.

Baca Juga :   PPP Tegas Tolak Penundaan Pemilu

“Alhamdulillah empat tahun ini, saya sudah masuk lima tahun (menjabat gubernur). Enam bulan lagi pensiun. Nggak ada perpanjangan soalnya Mas,” ucap Anies mengundang riuh jemaah masjid yang hadir.

“Eh kenapa tepuk tangan ini,” tanya dia ke jemaah.

“Jadi saya bulan Oktober besok kalau tidak ada halangan, kalau tidak ada perubahan, itu selesai,” ujarnya.

Tema yang ia bawakan adalah ‘Menjadi Manusia Bernilai Menyongsong Indonesia Memimpin Dunia 2045’. Anies menyebut selama beberapa dekade, Jakarta memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk kendaraan pribadi, transportasi umum, dan pejalan kaki.

“Semua kota jangan mengulangi kesalahan Jakarta. Jakarta selama berdekade-dekade, jadi bukan bertahun-tahun ya. Kalau bertahun-tahun nanti nyalahkan seseorang, oke?,” ungkap Anies disambut tawa jemaah tarawih.

“Berdekade-dekade, hari ini sensitif soalnya. Iya, kalau saya bilang beberapa tahun. Tahunnya berapa ya Mas ya, gitu kan,” sambung Anies.

Baca Juga :   Ganjar Pranowo Kecam Akun Abal-Abal Mengatasnamakan Dirinya

Dengan nada bercanda, Anies khawatir ucapannya yang terekam melalui kamera ini dipotong. “Ampun dipotong!” ucapnya.

Anies kemudian melanjutkan topik ceramahnya. Ia mengklaim pemerintahannya berupaya mengubah paradigma prioritas pembangunan infrastruktur transportasi tadi. Secara berurutan menjadi jalur untuk pejalan kaki, sepeda, transportasi umum, dan terakhir kendaraan pribadi.

“Dan ketika paradigmanya diubah, dibangunlah trotoar di mana-mana. Dalam waktu kurang dari empat tahun, Jakarta membangun 341 kilometer di seluruh Jakarta,” jelasnya.

Materi ceramah Anies lainnya adalah upaya menciptakan ruang ketiga atau tempat interaksi bagi warga di antara ruang pertama dan kedua. Membangun perasaan kesetaraan, kebersamaan, dan interaksi di dalamnya. Lalu, membangun infrastruktur dengan gagasan untuk tujuan sosial.

Baca Juga :   Anies Minta Menaker Kaji Ulang Penetapan UMP

Anies juga mengklaim telah berkontribusi menjaga keamanan dan ketenangan DKI Jakarta sebagai simpulnya Indonesia.

“Bila di Jakarta terjadi rasa tenang dan teduh, maka di berbagai tempat di Indonesia juga tenang dan teduh. Bila di Jakarta tegang, maka seluruh Indonesia akan merasakan tegang,” paparnya.

Ketika acara selesai, jemaah berdesakan berebut momen swafoto atau sekadar mengajak berjabat tangan. Sambil menebar senyum pun ia terlihat antusias berswafoto dan bersalaman dengan jemaah. (*)

 

Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul “Anies Celetuk Jabatan Gubernur Tak Bisa Diperpanjang, Masjid UGM Riuh.”

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar