Rembang, Mitrapost.com – Korban pembakaran kapal cantrang Mina Wahyu Barokah IV yang sebagian besar dijalankan oleh warga Kabupaten Rembang akhirnya pulang dengan selamat pada Kamis (14/4/2022) lalu.
Sebelumnya, kapal cantrang yang tengah menangkap ikan di perairan Laut Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan itu dibakar oleh nelayan setempat. Diduga jarak berlabuhnya kapal berada dekat dengan bibir pantai.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 17 awak kapal harus kehilangan mata pencaharian mereka karena kapal telah dibabat habis oleh nelayan lokal. Terdapat 15 anak buah kapal (ABK) yang merupakan warga dari Kabupaten Rembang, sementara dua lainnya merupakan warga Kabupaten Pati.
Sesampainya di daratan, Polres Tanah Laut segera mengamankan para ABK agar tak menjadi bulan-bulanan warga. Selama kurang lebih satu malam, para ABK diminta untuk menghubungi keluarga masing-masing.
“Kami di sana langsung disuruh nelpon keluarga di rumah. Soalnya identitas kami kan terbakar semua, Mas. Jadi datanya harus minta orang rumah,” kata Dwi Okta Imawan, salah satu ABK dari Rembang saat ditemui di rumahnya, Sabtu (16/4/2022).
Menurut keterangan Dwi, setelah semua ABK terdata oleh pihak Polres Tanah Laut, mereka segera dikawal untuk kembali ke Pulau Jawa dengan menggunakan kapal feri. Setelah sampai di Surabaya, kemudian mereka menaiki bus untuk pulang ke rumah masing-masing.
Dwi Okta dan adik iparnya, Jaya Hartono yang juga korban pembakaran Kapal Mina Wahyu Barokah IV tersebut akhirnya sampai di rumah pada Kamis dini hari.
Jasmani selaku Kepala Desa Karang Sekar, Kecamatan Kaliori turut mengucapkan terimakasih kepada Polres Tanah Laut ketika melihat dua warganya telah sampai rumah dengan selamat.
Untuk selanjutnya, segala urusan warganya termasuk dalam mengurus kembali administrasi yang terbakar serta bantuan-bantuan sosial akibat hilangnya mata pencaharian akan menjadi tanggung jawab penuh pemerintah desa.
“Dengan keadaan pulang selamat, kami mengucapkan terima kasih atas niat baik yang dilakukan oleh pihak Polres Tanah Laut. Kami dari pihak desa akan mengupayakan untuk kepengurusan administrasi, dan kalau ada BLT ya kami pasti bantu,” pungkasnya. (*)






