Pati, Mitrapost.com – Penyedia jasa penukaran uang pecahan mulai bermunculan di Kabupaten Pati, salah satunya di wilayah Alun-Alun Simpang Lima Pati.
Imam (31) warga Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso, salah seorang penyedia jasa tukar uang baru mengatakan, setiap harinya ia beroperasi dari Pukul 08.00 WIB pagi hingga Pukul 09.00 WIB malam.
Sehari-hari ia membuka dua stand jasa penukaran yang dijaga oleh 2-3 orang.
Adapun titik lokasinya diantaranya terletak di selatan Masjid Agung Baiturrahman Pati dan di tenggara Alun-alun Pati.
Sehari-hari ia menyediakan uang untuk ditukar dengan besaran beragam mulai dari pecahan Rp2.000 hingga Rp75.000.
Jelasnya, uang pecahan dan baru diburu masyarakat untuk dijadikan angpao atau pemberian kepada para tamu saat kunjungan halal bi halal.
“Palingan dasar perharinya setor biaya Rp100 juta per Rp100.000 nya jasanya 10 ribu Nominalnya 2,5,10,20 ribu 75 juga ada cuma belum banyak,” ujar Imam saat diwawancarai awak media kemarin.
Imam mengatakan, tidak menerapkan batas minimal pada setiap penukaran. Namun ia mematok jasa Rp10.000 untuk penukaran per uang senilai Rp100.000.
Sementara untuk uang pecahan Rp75.000 ia menerapkan tarif yang berbeda, yakni Rp5 ribu per pecahan Rp75.000.
Imam mengaku, dalam sehari bisa menukarkan uang sejumlah Rp50 juta sampai Rp70 juta, dan bisa meningkat saat 10 hari menjelang lebaran.
“Saya sudah buka 15 hari ini sudah lumayan ramai. Sehari 50 juta sampai 70 juta penukaran. Kemarin awal-awal masih sedikit mendekati h-10 mungkin ramai,” imbuh dia. (*)
Imam mengaku, sudah melakoni profesi dadakan ini lebih dari 10 tahun. Selain mencari keuntungan, kegiatan ini dimanfaatkannya untuk meramaikan bulan Ramadan.
Ia mengaku, usaha dadakan ini cukup menjanjikan lantaran, meski ada pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir, minat masyarakat untuk menukarkan uang baru jelang hari raya tidak menurun. (*)
Wartawan Area Kabupaten Pati






