oleh

Kutipan Bung Karno yang Menggetarkan Dunia

Mitrapost.com – Artikel ini akan membawa pembaca mengenang hari lahir Soekarno lewat kata-kata kutipan Bung Karno alias Putra Sang Fajar.

Hari ini 6 Juni 2022 atau tepat 121 tahun yang lalu, Koesno Sosrodiharjo atau dikenal Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur. Ia lahir saat fajar menyingsing, tak lama sebelum matahari terbit. Itulah kenapa Bung Karno juga dijuluki Putra Sang Fajar.

Jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Ia yang membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Presiden pertama Indonesia itu meninggal pada 21 Juni 1970 di Jakarta.

Semasa hidup, Soekarno dikenal sebagai seorang ideolog dan orator ulung yang mampu menggelorakan semangat rakyat. Banyak sekali kata-kata yang keluar dari pemikirannya, salah satu yang paling terkenal adalah ‘Jasmerah’ (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah).

Inilah sederet kutipan Bung Karno yang penuh semangat dan inspiratif.

Kutipan Inspiratif dari Bung Karno:

 

  1. “Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar dengan tekad merdeka, merdeka atau mati!”
  2. “Belajar tanpa berpikir itu tidaklah berguna, tapi berpikir tanpa belajar itu sangatlah berbahaya!”
  3. “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”
  4. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”
  5. “Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.”
  6. “Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”
  7. “Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali.”
  8. “Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsanya hidup dalam damai dan persaudaraan.”
  9. “Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta. Masa yang lampau sangat berguna sebagai kaca benggala daripada masa yang akan datang.”
  10. “Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin.”
  11. “Dengan setiap rambut di tubuhku aku hanya memikirkan tanah airku.”
  12. “Dua sifat yang berlawanan
    Aku bisa lunak dan aku bisa cerewet
    Aku bisa keras dan laksana baja
    dan aku bisa lembut berirama.”
  13. “Untuk membangun negara yang demokratis, maka satu ekonomi yang merdeka harus dibangun.”
  14. “Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuat.”
  15. “Indonesia merdeka hanyalah suatu jembatan walaupun jembatan emas di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis.”
  16. “Jikalau aku melihat sawah-sawah yang menguning-menghijau
    Aku tidak melihat lagi batang-batang padi yang menguning menghijau
    Aku melihat Indonesia.”
  17. “Jikalau aku berdiri di pantai Ngliyep
    Aku mendengar Lautan Hindia bergelora
    membanting di pantai Ngliyep itu
    Aku mendengar lagu, sajak Indonesia.”
  18. “Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-Saudara. Berjiwa besarlah, ber-imagination. Gali! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia.”
  19. “Kalau kita tidak bisa menyelenggarakan sandang, pangan di tanah air yang kaya ini, maka sebenarnya kita sendiri yang tolol, kita sendiri yang maha tolol.”
  20. “Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi gitamu. Tuhan tidak merobah nasib sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya.”
  21. “Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya.”
  22. “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”
  23. “Aku lebih suka lukisan samudra yang gelombangnya menggebu-gebu daripada lukisan sawah yang adem ayem tentram.”
  24. “Bebek berjalan berbondong-bondong, akan tetapi burung elang terbang sendirian.”
  25. “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (*)
Baca Juga :   Mengenang Peristiwa Rengasdengklok Kala Soekarno-Hatta Diculik

 

 

Artikel ini telah tayang di tribunnews.com dengan judul “Mengenang Hari Kelahiran Soekarno 6 Juni, Ini Sederet Kutipan Bung Karno ‘Putra Sang Fajar.”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral