oleh

Potensi Cuaca Ekstrem Pertengahan Juni-Juli, Relawan Diminta Terus Siaga

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Kudus, Mitrapost.com – Pertengahan bulan Juni-Juli berpotensi terjadinya cuaca ekstrem, termasuk di wilayah Jawa Tengah.

Oleh karenanya, gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan para relawan untuk tetap siaga dan berhati-hati, terutama di tengah kondisi cuaca yang tak menentu.

Hal tersebut disampaikan Ganjar kepada relawan dalam Kegiatan Pelayanan Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Bencana, Latihan Gabungan (Latgab) Relawan Penanggulangan Bencana Tahun 2022 di Kudus, Kamis (9/6/2022).

“Juni-Juli ini di pertengahan akan ada cuaca ekstrem, maka mesti hati-hati, wabil khusus yang ada di Pantura karena informasi BMKG itu,” katanya.

Ganjar menilai bahwa para relawan selalu dalam kondisi siap. Hal tersebut diperkuat dengan sejumlah persiapan yang telah dilakukan.

Baca Juga :   PKK Kudus Bangkitkan Kekompakan Para Kader

Selama beberapa hari para relawan juga telah mempersiapkan diri dengan latihan gabungan. Sehingga ia meyakini bahwa para relawan bisa berbagi pengalaman serta sigap dalam penangan bencana.

“Hari ini kreatif, kapal rusak saja bisa mengapung lagi, antibocor. Ternyata dalamnya dikasih busa, itu kreatif, ini cara-cara yang bisa dipakai,” ujarnya.

Ganjar juga menyambut baik sejumlah inovasi yang dipamerkan dalam latihan gabungan tersebut. Seperti kekuatan desa yang bisa digerakkan, mulai mengolah makanan, limbah, UMKM, termasuk pengelolaan sampah yang diolah menjadi energi untuk bahan bakar.

“Jadi BPBD atau relawan ini punya spektrum bekerja yang jauh lebih luas. Kalau kita latih terus, kita dampingi terus, siaga terus, maka mereka akan siap diterjunkan,” beber gubernur.

Baca Juga :   Hampir 3 Bulan Ditutup, Museum Kretek Tetap Bersih Terawat

Ganjar juga sempat menantang para relawan untuk membantu pemerintah yang akan membuat sumur resapan di rumah yang berada di wilayah rawan bencana.

“Bukan di bawah tapi di atas. Setelah kita bicara dengan para ahli, terkait kondisi banjir yang banyak, sekarang kita lagi menyiapkan untuk mendesain. Kalau ada yang membuat dua-tiga di atas, maka sebenarnya banyak sekali usaha-usaha atau ikhtiar yang bisa kita lakukan di samping reboisasi,” tandasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar