oleh

FKUB Ajak DPC PKS Pati Bertabayyun Atas Isu PKS Adalah Wahabi

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Pati, Mitrapost.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pati, KH. Ahmad Khoiron mengajak Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pati untuk segera bertabayyun atau mencari kebenaran, supaya PKS bisa dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan.

“Mari DPC PKS Pati bersama-sama melakukan tabayyun, supaya jika nanti ada kegiatan-kegiatan keagamaan dan organisasi lainnya kami akan mengundang PKS,” ucap KH Ahmad Khoiron saat menjadi tamu diacara PKS di Pati belum lama ini.

Adapun alasan ketua FKUB tersebut mengajak PKS tabayyun, karena saat ini isu yang berhembus kencang di kalangan masyarakat khususnya di Kabupaten Pati bahwa PKS adalah sebagian dari Wahabi.

Baca Juga :   Ganjar Ajak FKUB Bersatu Lawan Radikalisme dan Terorisme

Ahmad Khoirun menyarankan agar PKS bisa memasang barisan dan mensosialisasikan apa yang disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), untuk menghapus paradigma masyarakat yang berkembang saat ini.

“Yang menjadi tugas berat Pak Salim (Ketua Majelis Syura PKS) adalah pengurus PKS di Pati perlu masang barisan mensosialisasikan apa yang disampaikan MUI. PKS umat Islam seperti yang lain, saya merasa senang sekali kalau PKS mengusir paradigma barunya, yang sering konflik di masyarakat, ” jelasnya.

Kemudian ia menjelaskan, bahwa saat ini umat Muhammadyah di Kabupaten Pati sudah hidup rukun berdampingan dengan umat NU dengan ditunjukannya melakukan berbagai kegiatan keagamaan.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pati juga telah kembali menjadi bagian dari NU. Hal tersebut dibuktikan dengan memproklamirkannya LDII kembali kepada NU di Pendopo Kabupaten Pati beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Hari Ini, Jessica Iskandar dan Vincent Menikah

“LDII sudah memproklamirkan bahwa dia telah kembali ke habitatnya, tinggal dibuktikan mari sholat Jumat bersama, ini yang kita harapkan,” ucap Kyai kondang itu.

“Muhammadiyah sekarang sudah rukun dengan NU melakukan kegiatan bersama, halal bihalal bersama, kami berharap persoalan-persoalan kecil dihilangkan-lah. Kita harus latihan setuju dalam perbedaan,” lanjutnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar