Rekomendasi Film Tentang Pendidikan dan Guru

Mitrapost.com – Menonton film bertema pendidikan dan guru bisa menjadi salah satu alternatif bagi Anda yang ingin mengenal lebih dalam dunia pendidikan.

Pendidikan memang tak pernah bosan untuk dibahas. Apalagi sistem, cara, metode, hingga kondisi kelas di setiap daerah atau bahkan negara bisa saja berbeda-beda karena belum meratanya pendidikan pada wilayah tersebut.

Berikut ini rekkmendasi film yang bisa membuat Anda menyadari dan melihat bagaimana kondisi pendidikan dan sekolah dari berbagai negara.

Film Semesta Mendukung (2011)

Film ini bercerita tentang Muhammad Arief (Savey MB), anak Madura, Jawa Timur yang pandai dalam pelajaran Fisika. Satu hari, ia diminta guru Tari Hayat (Revalina S. Temat) ikut kejuaraan di Jakarta.

Namun, Arief menolak permintaan itu karena dia tak akan bisa mencari uang jika mengikuti olimpiade. Dia sangat butuh uang untuk mencari ibunya yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Singapura. Ibunya tidak ada kabar selama beberapa tahun.

Arief sendiri hanya tinggal bersama ayahnya, Muslat (Lukman Sardi). Muslat dulunya pernah bekerja sebagai petani garam dan kini bekerja sebagai supir truk. Nasib itu membuatnya kerap kesulitan menghidupi keluarga.

Arief yang rindu pada ibunya kemudian meminta bantuan dari Cak Alul (Sudjiwo Tedjo) yang merupakan seorang berandal.

Namun sayangnya dia gagal dan akhirnya memilih mengiyakan ajakan Tari untuk mengikuti kejuaraan nasional di Jakarta. Dia ikut kejuaraan itu juga semata-mata agar ibunya tahu bahwa ada anaknya yang menunggu dia di rumah.

Dengan kerja keras dan dukungan banyak orang, akhirnya Arief menjadi salah satu peraih medali emas dan dapat bertemu ibunya lagi setelah pulang ke Madura. Film yang disutradarai oleh John De Rantau satu ini diadaptasi dari kisah nyata.

Film Hichki (2018)

Film Hichki atau dalam bahasa Inggris disebut hiccup atau cegukan. Film ini merupakan film yang diadaptasi dari autobiografi Brand Cohen pada tahun 2005 berjudul Front of the Class: How Tourette Syndrome Made Me the Teacher I Never Had.

Film ini berkisah mengenai pendidikan India dengan tokoh gadis bernama Naina Mathur (Rani Mukherjee). Gadis tersebut mengidap tourette syndrome atau penyakit kelainan saraf, bisa memengaruhi motorik maupun pengucapan, yang kemudian membuatnya cegukan berulang kali.

Tourette membuat Naina menjadi terasing dari sekitarnya dan membuatnya harus pindah sekolah beberapa kali karena pihak sekolah merasa sering terganggu dengan penyakit Naina.

Karena hal itu, Ayah Naina juga menjadi ragu dengan masa depannya. Meskipun Naina menyadari kekurangannya itu, tapi ia tidak mau terlarut dalam keterpurukan.

Hal sulit yang ia alami tak hanya itu saja. Saat dewasa ia mendapat mendapat cobaan dengan penolakan dari beberapa pekerjaan yang dia lamar. Hingga satu hari dia mendapat tawaran untuk mengajar di sekolah St. Noker. Naina lalu berjuang mendapat kepercayaan dari para muridnya di tempatnya mengajar itu. Dia diberi kepercayaan untuk menjadi guru kelas 9F.

Di mana, kelas yang ia ajar terkenal di lingkup sekolah sebagai kelas yang berisi anak-anak yang sulit diatur. Alih-alih ketakutan, Naina malah merasa semangat mendapat kepercayaan itu. Dia terus berusaha dalam tiap selipan makian yang dilontarkan murid-murid padanya.

Pendekatan yang dilakukan Naina terbilang luar biasa, dia melakukan blusukan hingga ke setiap kehidupan pribadi murid-murid 9F. Dia mulai tahu latar belakang setiap murid dan malah merasa prihatin.

Sejak itu dia mulai paham cara mengajar mereka dan murid-murid itu berbalik merasa sayang pada Naina.

Film Fredoom Writers (2007)

Film Freedom Writers memiliki cerita di tahun sekitar 1992-1995. Adegan pertama film diawali dengan kerusuhan antara geng di Los Angels yang terjadi pada 1992.

Lalu, Erin Gurwel (Hilary Swank) seorang guru baru yang idealis yang mengajar di Wilson High School, Long Beach.

Sekolah ini awalnya merupakan sekolah unggulan, di mana juga diisi orang-orang unggulan juga. Tetapi kemudian usai pemerintah setempat menerapkan program integrasi, sekolah mulai diisi oleh anak-anak berandal. Mereka adalah orang yang langganan keluar-masuk penjara.

Erin sebagai guru merasa terkejut saat pertama kali masuk dalam kelas. Anak-anak di kelasnya hanya mau duduk dengan teman satu gengnya.

Pertengkaran sering terjadi. Erin juga sering terpaksa memanggil petugas keamanan sekolah untuk menertibkan mereka yang mengacau.

Tak berhenti di sana, kesulitan datang saat kepala sekolah jadi enggan meminjamkan buku perpustakaan kepada para murid. Kepala sekolah enggan meminjamkannya sebab sudah sering kejadian ketika buku dipinjam tidak kembali atau rusak.

Maka dari itu dibanding mengajarkan pelajaran formal, sang kepala sekolah meminta Erin untuk mengajarkan para siswa sopan santun.

Singkat cerita Erin mulai mendapatkan cara untuk mengatur mereka semua. Berawal dari memberikan buku kosong yang harus mereka isi setiap harinya hingga menceritakan berbagai pengetahuan kepada para murid.

Film The Teacher’s Diary

Film ini berasal dari Thailand. The Teacher’s Diary berkisah tentang dua orang guru yang mengajar di tempat terpencil, yiatu Song dan Ann. Song dikisahkan sebagai mantan atlet yang bingung mencari pekerjaan hingga akhirnya melamar sebagai seorang guru.

Dia melamar ke beberapa tempat dan kemudian mendapat kesempatan untuk bekerja di sebuah SD pada desa kecil. Rupanya Ann sudah lebih dulu menjadi guru di tempat tersebut.

Ann dipindahkan oleh pihak sekolah sebab memiliki tato kecil dan dikhawatirkan itu menjadi contoh yang tidak baik bagi murid-murid.

Satu hari secara tidak sengaja Song mendapatkan buku catatan harian Ann yang ditulis tiga tahun lalu. Berisi tentang semua curahan hati Ann selama mengajar hingga kisah percintaannya.

Ann tidak seperti guru-guru pada umumnya. Dia tidak mengajarkan murid-muridnya untuk sekadar tahu pelajaran, namun harus sampai memahami.

Kisah dalam film ini akan menegaskan bahwa kesuksesan dan kegagalan seorang siswa tidak lepas dari peran guru. Bahkan ada satu waktu Song memutuskan untuk berhenti mengajar sebab salah satu muridnya gagal.

Film Mona Lisa Smile

Mona Lisa Smile bercerita tentang perjalanan hidup Katherine Ann Willis (Julia Roberts) yang hijrah dari Carolina Amerika Serikat untuk mengajar sejarah kesenian di Wellesley College, New England.

Dia memiliki pola pikir yang bebas dan memilih untuk tidak menikah karena mengutamakan karier. Latar waktu yang diambil pada film ini pada masa Perang Dunia II di mana situasi Amerika Serikat sedang bergolak.

Selain itu para wanita AS saat itu tidak berpikir serupa dengan Willis, para mahasiswa awalnya memusuhi Willis, namun akhirnya dia mulai bisa paham dengan para siswa.

Dia pun mulai mencoba menelaah isi kepala para muridnya dan berhasil, para mahasiswa pun paham dengan yang dipikirkan Willis.

Perjuangan mereka ini juga berpengaruh pada perang yang sedang terjadi saat itu, Willis dan sejumlah mahasiswi Wellesley College juga bergerilya.

Mereka berjuang untuk membentuk kembali pribadi kaum hawa yang dalam masa PD II dipaksa menjadi tulang punggung tenaga kerja. Sebab itu film ini digadang-gadang menjadi salah satu film tentang pendidikan terbaik yang pernah ada oleh beberapa kritikus film. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati