oleh

Bupati Rembang Ungkap Usulan Bus Karyawan Disetujui Manajemen Pabrik Sepatu

Rembang, Mitrapost.com – Keberadaan pabrik sepatu di Rembang menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Karyawan pabrik yang didominasi perempuan itu kebanyakan menggunakan kendaraan roda dua saat berangkat kerja.

Kondisi tersebut membuat selama 6 pekan terjadi kasus kecelakaan. Sebanyak tiga buruh sepatu tewas akibat kecelakaan. Sehingga insiden itu menjadi buah bibir di tengah masyarakat.

Terkait dengan hal itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan soal usulan bus karyawan kepada manajemen pabrik terkait.

Dia mengaku telah menyampaikan usulan bus karyawan kepada manajemen pabrik sepatu sejak beroperasinya pabrik. Dan manajemen pabrik telah menyetujui usulan tersebut.

“Dari dulu sudah saya sampaikan ke manajemen pabrik sepatu tentang menyediakan layanan antar-jemput, dan pabrik setuju,” kata Hafidz saat ditemui Mitrapost.com Selasa (12/7/2022).

Baca Juga :   Bekali Penanganan Kemiskinan Ekstrem, Pendamping PKH Dinsos Rembang Gelar Workshop

Ia juga mengungkapkan, layanan antar-jemput sudah diterapkan pada perusahaan lain dengan karyawan banyak seperti pabrik Semen Gresik, PLTU dan lain sebagainya.

Hafidz menganggap penyediaan layanan antar-jemput bisa lebih efisien mengatur transportasi para pekerja. Dengan demikian, operasional pabrik berjalan dengan lancar.

Orang nomor satu di Rembang itu berpesan kepada manajemen pabrik untuk menyampaikan kepada karyawan kalau ada fasilitas antar-jemput, supaya pekerja menggunakan fasilitas yang tersedia. Langkah itu juga meminimalisir terjadinya kasus kecelakaan.

“Jangan sampai mengganggu operasional pabrik. Pabrik juga menyampaikan kepada karyawan kalau ada fasilitas antar jemput supaya memakai fasilitas yang diberikan untuk menghindari kecelakaan,” tandas Bupati. (*)