Pemalang, Mitrapost.com – Pekan Raya Pemalang (PKP) yang digelar oleh pemerintah kabupaten Pemalang akan berlangsung hingga pekan depan, tepatnya hingga 17 Juli 2022.
Sebagai informasi, Pemkab Pemalang menggelar Pekan Raya Pemalang untuk mengenalkan pelaku usaha mikro kecil menangah (UMKM) dan juga para pelaku industri kreatif kepada masyarakat.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 96 peserta dan diselenggerakan selama 10 hari, yaitu pada tanggal 8-17 Juli 2022, pukul 16.00-22.00 WIB.
Dengan adanya kegiatan ini, bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo berharap Pekan Raya Pemalang dapat mengangkat nama UMKM dan juga industri kreatif lokal.
Serta diharapkan dapat membantu dalam bidang pemasaran, sehingga meningkatkan omzet dan perekonomian warga setempat.
Dengan begitu, salah satu visi pemkab dapat tercapai, yakni untuk kemakmuran masyarakat Kabupaten Pemalang.
Bupati pun mengimbau para peserta dan pengunjung untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.
“Minimal memakai masker untuk meminimalisasi dan melindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya, saat membuka acara PRP, beberapa hari lalu.
Sementara, Ketua Penyelenggara Pekan Raya Pemalang, Rasdiyanti mengatakan, kegiatan tersebut turut mendukung meningkatkan pembangunan ekonomi, terutama pasca pandemi Covid-19. Menurutnya, Pekan Raya Pemalang bukan hanya pasar malam biasa, tetapi lebih pada menjadi ajang pameran yang menyediakan barang-barang bermutu tinggi.
“Sesungguhnya perhelatan ini merupakan kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh banyak pihak. Tidak hanya oleh warga Kabupaten Pemalang, tetapi juga berbagai kalangan baik di dalam maupun di luar Pemalang,” ujar Rasdiyanti.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, namun juga untuk memperkenalkan budaya Pemalang kepada para pengunjung.
“Pekan Raya Pemalang diharapkan menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan budaya Pemalang kepada pengunjung dan dapat pula dimanfaatkan untuk memperkenalkan industri pariwisata dan potensi daerah kepada dunia luar,” bebernya.
Melalui Pekan Raya Pemalang, dunia industri di Pemalang diharapkan dapat termotivasi untuk menghadirkan produk-produk yang kreatif yang berujung pada peningkatan ekonomi kreatif masyarakat.
“Ekonomi kreatif dapat menjawab tantangan permasalahan jangka pendek dan menengah yang sedang dihadapi sekarang ini, seperti upaya untuk meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi, menyerap pengangguran, mengatasi angka kemiskinan, dan memacu meningkatkan daya saing Industri Indonesia,” pungkasnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com






