Solo, Mitrapost.com – Indonesia memperoleh mandat menjadi venue penyelenggaraan ASEAN Para Games 2022. Ajang pesta olahraga bagi para atlet difabel terbesar se-Asia Tenggara itu dihelat 30 Juli sampai dengan 6 Agustus 2022 di Solo.
Seharusnya ASEAN Para Games diselenggarakan tahun 2021 lalu di Vietnam. Namun dikarenakan Covid-19 masih melanda, perhelatan pesta olahraga bagi penyandang kebutuhan khusus tersebut ditunda. Lalu, Vietnam tak sanggup menjadi tuan rumah, maka dari itu Pemerintah Indonesia bersedia mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah.
Pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya komitmen kuat membuktikan rasa pedulinya pada atlet disabilitas. Langkah tersebut demi mampu membawa prestasi bagi atlet Indonesia.
“Awalnya bukan kita tuan rumahnya tapi Vietnam. Karena negara-negara lain tidak bersedia menyelenggarakan, maka atas arahan Bapak Presiden Joko Widodo untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah,” ungkap Zainudin Amali di sela kunjungannya di Solo, Minggu (31/7/2022)
Sebelumnya, diketahui Tim Nasional (Timnas) sepak bola amputasi Indonesia berhasil lolos ke Piala Dunia 2022 di Bangladesh. Namun tim tersebut berjuang tanpa adanya dukungan dana dari pemerintah.
Kondisi tersebut menyebabkan banyak yang menilai Jokowi tidak peduli terhadap pencapaian atlet berkebutuhan khusus. Dan, sikap Jokowi kali bisa menepis anggapan bahwa pemerintah mengabaikan atlet-atlet difabel.
ASEAN Para Games vakum selama dua kali sejak digelar di Kuala Lumpur, Malaysia 2017. Untuk itu, panitia pelaksana (panpel) membutuhkan persiapan yang cukup matang guna memulai acara ini. Bahkan kompetisi itu harusnya dihelat di 23 hingga 30 Juli 2022 tetapi diundur.
“Oleh karena itu Pak Presiden Joko Widodo memberi arahan kepada saya untuk memberi mereka arena untuk bertanding. Belum tentu kalau kita tidak jadi tuan rumah ASEAN Para Games 2022 ini terlaksana,” imbuh Jokowi.
ASEAN Para Games menurutnya tidak akan sukses bila tanpa ada kerjasama antar pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya. Apalagi momen tersebut amat sangat mepet.
Ia optimis Indonesia dapat menjadi tuan rumah yang baik secara prestasi, administrasi, dan ekonomi.
“Dampak ekonomi luar biasa, semua pesawat penuh yang menuju ke sini. Bahkan ada yang terpaksa lewat darat, kemudian hotel-hotel penuh, tempat-tempat UMKM, penyewaan mobil penuh, transportasi, kuliner. Saya sudah melihat dampak secara ekonomi dari pelaksanaan ini sangat terasa,” tandas Menpora. (*)