Mitrapost.com – Rasulullah SAW pernah menjelaskan sejumlah cara berkenaan dengan waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa agar dikabulkan oleh Allah SWT.
Namun, perlu diketahui bahwa Allah SWT mempunyai caranya sendiri untuk mengabulkan doa para hambaNya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya dari Abu Sa’id RA.
ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ
Artinya: “Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: (1) Allah akan segera mengabulkan doanya, (2) Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan (3) Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa.” Rasulullah lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian.” (HR Ahmad).
Lantas kapan waktu yang tepat untuk memanjatkan doa?
Berdasarkan buku yang dikarang oleh Deni Lesmana dengan judul “Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan”. Waktu yang tepat untuk memanjatkan doa adalah waktu sahur atau waktu yang mendekati subuh. Hal ini dijelaskan melalui surat Az Zariyat ayat 18.
وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
Artinya: “dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).”
Bahkan dalam waktu ini, dijelaskan Allah SWT turun ke langit dunia. Hal ini sesuai dengan Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim.
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya: “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, ‘Orang yang berdoa kepadaKu akan Kukabulkan, orang yang meminta sesuatu kepadaKu akan kuberikan, orang yang meminta ampunan dariKu akan Kuampuni,” (HR Bukhari dan Muslim).
Kemudian waktu berbuka puasa. Dalam waktu ini dijelaskan bahwa berbuka puasa mengandung keberkahan di dalamnya sehingga menjadi waktu yang tepat untuk memanjatkan doa.
Rasulullah SAW bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
Artinya: “Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzalimi,” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban).
Selanjutnya, Waktu di saat turun hujan, Imam An Nawawi mengatakan, doa saat hujan jarang ditolak oleh Allah SWT. Hal ini berkenaan dengan turun hujan bersama dengan turunnya rahmat. Rasulullah SAW bersabda,
ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ
Artinya: “Dua doa yang tidak akan tertolak atau paling tidak jarang ditolak oleh Allah SWT yaitu antara azan dan iqamah serta berdoa ketika turun hujan,” (HR Abu Dawud).
Lalu, waktu antara azan dan iqaman, waktu ini dapat dimanfaatkan oleh umat Islam untuk berdoa dan melaksanakan salat sunnah.
إِنَّ الدُّعَاءَ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ، فَادْعُوا
Artinya: “Doa antara azan dan iqamah tidak ditolak, maka berdoalah kamu,” (HR Ahmad).
Selain antara azan dan iqamah, umat Islam juga dapat memanjatkan doa ketika azan tengah berkumandang. Rasulullah SAW bersabda,
ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا
Artinya: “Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika azan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika dua kubu saling menyerang,” (HR Abu Daud).
Dan terakhir waktu sujud dalam salat, hal ini menjadi waktu yang tepat untuk berdoa lantaran posisi tersebut merupakan posisi manusia yang tengah dekat dengan Allah. Berikut sabda Rasulullah SAW,
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ العَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
Artinya: “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu,” (HR Muslim).
Perlu diketahui sebelumnya, berdoa menjadi amalan yang dicintai oleh Allah SWT. Hal ini sesuai dengan surah Al Baqarah ayat 186,
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Artinya: “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)Ku dan beriman kepadaKu, agar mereka memperoleh kebenaran.” (*)