Kenaikan Harga BBM Menyulitkan Nelayan Rembang

Rembang, Mitrapost.comKenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi berpengaruh signifikan bagi nelayan, salah satunya nelayan di Kabupaten Rembang.

Menurut laporan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang M. Sofyan Cholid, kenaikan harga BBM bersubsidi akan berdampak pada nelayan terutama pembelian BBM jenis Solar.

Dia menjelaskan, BBM bersubsidi jenis Solar digunakan nelayan saat mencari ikan di laut. Naiknya harga Solar subsidi akan mempengaruhi biaya operasional kapal.

Lebih lanjut, nelayan membutuhkan 70 sampai dengan 80 persen biaya melaut untuk membeli Solar bersubsidi.

“Kenaikan harga BBM bersubsidi ini akan memberi dampak bagi nelayan. Sekitar 70 sampai 80 persen biaya melaut paling banyak di BBM Solar,” kata Cholid saat ditemui Mitrapost.com Selasa (6/9/2022).

Sementara, menurut catatan Dinlutkan Kabupaten Rembang kurang lebih 4.000 kapal berukuran 10 GT akan terimbas naiknya harga BBM tahun ini.

Meski demikian, selain dibebankan biaya operasional kapal yang mahal nelayan juga harus punya surat rekomendasi dari Dinlutkan Kabupaten Rembang untuk pembelian solar subsidi.

“Kurang lebih 4.000 kapal di Kabupaten Rembang yang banyak ukuran kurang dari 10 GT juga terpengaruh akibat kenaikan BBM subsidi,” ungkap Cholid.

Lebih lanjut, pembelian Solar bersubsidi juga disesuikan dengan ukuran kapal dan kebutuhan dalam satu bulan.

“Pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis Solar ada sesuai ukuran kapal dan kebutuhan dalam satu bulanan,” pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati