oleh

SIMFONI Diluncurkan, DINSOSP3AKB Pati Ajak Stakeholder Aktif Lakukan Input Laporan

Pati, Mitrapost.com – Dengan telah diluncurkan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak & Keluarga Berencana (DINSOSP3AKB) mengajak seluruh stakeholder yang terlibat untuk lebih aktif dalam melakukan penginputan data laporan.

Melalui Indriyanto, selaku Kepala DINSOSP3AKB Kabupaten Pati mengatakan sejauh ini pihaknya telah aktif melakukan penginputan data laporan tindakan kekerasan yang ditangani olehnya.

“Selama ini yang kita manfaat betul adanya sistem tersebut, pihak kita telah aktif melakukan penginputan data, namun beberapa OPD yang kemarin kita libatkan itu masih belum ternyata,” katanya saat ditemui di kantornya oleh tim Mitrapost.com pada Kamis, (29/9/2022).

Baca Juga :   Terhitung dari Januari Hingga Juli 2020, Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Menjadi Kasus Tertinggi

Sementara itu, pihaknya menjelaskan beberapa stakeholder tersebut diantaranya yakni Kepolisian Resor (Polres) Pati dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati.

Selain itu, stakeholder lainnya yang juga berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak yakni Kejaksaan Negeri Pati, Pengadilan Agama Kabupaten dan beberapa rumah sakit yang dilibatkan seperti RS Soewondo, RS Keluarga Sehat dan juga RS Fastabiq.

“Makanya beberapa stakeholder itu kami kumpulkan, untuk secara bersama-sama komitmen dalam penegakan perlindungan ini, yang itu ada Polres, juga pengadilan dan kejaksaan serta beberapa lainnya, ini kami harapkan bisa melakukan penginputan,” jelasnya.

Diketahui bahwasanya SIMFONI merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementerian PPA dalam melakukan perlindungan bagi perempuan dan anak.

Baca Juga :   Terhitung dari Januari Hingga Juli 2020, Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Menjadi Kasus Tertinggi

Di mana melalui sistem tersebut, diharapkan bisa terwujudnya satu data berkaitan dengan beberapa tindak kejahatan seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), pemerkosaan, kekerasan dan lainnya sebagainya.

Dengan adanya data tersebut, maka dapat dijadikan acuan pemerintah kabupaten dalam menentukan sebuah kebijakan berkaitan dengan perlindungan bagi perempuan dan anak yang komprehensif.

Melalui informasi jumlah data yang disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) DINSOSP3AKB Kabupaten Pati, Nikmah Munfaat menyampaikan bahwa selama tahun 2022 setidaknya sudah terdapat 12 laporan kekerasan yang diterima.

Dari beberapa kasus tersebut, beberapa telah dilakukan penanganan oleh pihak kepolisian dan juga sebagian berakhir damai.

“Terakhir itu ada 12 berarti mas yang laporan ke kita dan kita ketahui, beberapa sudah di polres dan juga sebagian berlangsung damai kok mas,” katanya saat ditemui oleh tim Mitrapost.com beberapa waktu yang lalu. (*)

Baca Juga :   Terhitung dari Januari Hingga Juli 2020, Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Menjadi Kasus Tertinggi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral