oleh

Dispertan Dorong Petani Ketela di Pati Beralih Pupuk Organik Melalui UPPO

Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian Kabupaten Pati mendorong petani ketela untuk tidak lagi menggunakan pupuk bersubsidi, melainkan beralih ke pemanfaatan pupuk organik melalui Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) yang ada di Kabupaten Pati.

Instruksi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Nikentri Meiningrum atas penghapusan jatah pupuk bersubsidi bagi petani ketela pada Bulan Juli oleh Pemerintah Pusat.

“Yang jelas kami juga menyayangkan adanya kebijakan tersebut ya, makanya kita dorong untuk bisa beralih ke pupuk bersubsidi melalui unit pengolahan atau UPPO yang ada itu. Karena sementara ini itulah solusi terbaik yang bisa kami lakukan,” katanya saat ditemui oleh tim mitrapost.com belum lama ini.

Baca Juga :   Jagung Lebih Berpotensi Hasilkan Keuntungan Berlimpah Bagi Petani

Lebih lanjut, ia menambahkan telah menginstruksikan tim pendampingan dan penyuluh lapangan untuk mensosialisasikan seputar UPPO kepada masyarakat.

Diketahui bahwa Melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 tahun 2022, menyebutkan bahwa komoditas singkong dan ubi kayu adalah jenis tanaman yang tidak menjadi prioritas dalam penggunaan pupuk bersubsidi.

Pihaknya juga berharap dengan adanya kebijakan tersebut, agar sekitar 15 ribu petani singkong di Kabupaten Pati untuk bisa memaklumi atas peraturan yang berlaku.

Ia mengaku telah mengupayakan dengan melakukan pemberian surat permohonan melalui Bupati yang diteruskan oleh Gubernur Jawa Tengah agar pemberian pupuk subsidi ini bisa diberikan kepada petani singkong.

Menurutnya, hal tersebut penting untuk dilakukan, mengingat bahwa salah satu komoditas tertinggi adalah singkong, khususnya di bagian Pati Utara yang menjadi salah satu wilayah primadona penanaman singkong.

Baca Juga :   Instruksikan Kades dan Sekdes Supaya Kompak, Bupati Haryanto: Jangan Sikut-sikutan!

“Kami terus mencoba mensosialisasikan akan hal itu. Menanggapi hal itu, kami juga berupaya untuk bersurat dengan pimpinan tertinggi yang berwenang, melalui Bupati yang akan diteruskan Gubernur hingga ke Presiden semoga bisa kembali mendapatkan jatah. Karena kita ketahui bersama bahwa Pati bagian Utara mayoritas adalah penghasil singkong,” imbuhnya.

Diketahui bahwa dalam kebijakan yang berlaku, petani singkong masih diperbolehkan untuk menggunakan 2 jenis pupuk bersubsidi, yakni pupuk urea dan NPK saja. (*)