Pati, Mitrapost.com – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Pati mendapatkan tambahan dua paket pelatihan dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).
Adapun dua paket pelatihan tambahan tersebut diantaranya pelatihan tata rias dan pelatihan menjahit. Masing-masing paket akan diikuti oleh 16 peserta
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Bambang Agus Yunianto mengatakan, sebelumnya Kabupaten Pati hanya menerima 8 paket pelatihan untuk tahun 2022.
Barulah saat APBD perubahan ditetapkan oleh Bupati dan DPRD, dua paket pelatihan DBHCHT ditambahkan.
“Kemarin sudah 8 paket pelatihan. Perubahan tambah 2 paket pelatihan. Pelatihan kejuruan tata rias dan menjahit. Ini masih kita lihat dimana kelanjutannya,” ujar Agus kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantornya, Rabu (12/10/2022).
Seperti sebelumnya, paket pelatihan ini khusus ditujukan untuk para petani tembakau dan buruh pabrik rokok yang dipilih oleh Pemerintah Daerah.
Jelas Agus, pelatihan tata rias nantinya akan dilakukan di Kecamatan Tayu sedangkan untuk pelatihan menjahit akan menyasar di Kecamatan Margorejo.
Pelaksanaan dua paket pelatihan baru direncanakan akan dilaksanakan pada Akhir bulan Oktober ini.
“Ini Baru dapat kesepakatan dengan yang di provinsi. Rencana di akhir Oktober, yang kemarin (8 paket) sudah selesai semua,” imbuh Agus.
Agus menjelaskan tahun ini UPTD BLK Pati sangat bergantung pada paket pelatihan dari DBHCHT. Pasalnya dana APBD untuk kegiatan tahun ini telah direfocussing untuk cadangan Pilkada tahun 2024.
“APBD ada potongan 50 persen refocusing untuk Pilkada serentak. 2022-2024 ada penganggaran Rp95 miliar yang harus disiapkan. Kalau 2022 ada Rp35 miliar, dana kegiatan semua OPD setengahnya diambil,” tandas Agus. (*)
Wartawan Area Kabupaten Pati






