Tangkapan Melimpah, Harga Ikan Rembang Alami Penurunan

Rembang, Mitrapost.com – Harga ikan laut di Kabupaten Rembang mengalami penurunan. Hal ini tak sebanding dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Menurut pantauan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang, Sofyan Cholid mengutarakan penurunan harga ikan laut di Rembang dikarenakan hasil tangkapan ikan yang meningkat.

Ia menjelaskan hasil tangkapan ikan laut tertentu mengalami peningkatan disebabkan angin musim barat. Oleh karena itu, ikan golongan kecil yang berada sekitar permukaan laut Indonesia.

Lebih lanjut, jenis ikan kecil seperti ikan kemuru, ikan payang, ikan layur, ikan minipusin, dan ikan pelagis sangat melimpah. Sehingga harga mengalami penurunan meskipun paska kenaikan harga BBM.

“Produksi hasil tangkapan ikan baru musimnya lebih tinggi dari pada bulan sebelumnya tapi harga mengalami penurunan atau deflasi. Kalau sekarang ada Musim-musiman ikan kemuru, ikan payang, layur, minipusin, ikan diatas bukan ikan di bawah juga mengalami penurunan,” kata Cholid saat dihubungi Mitrapost.com Sabtu, (5/11/2022).

Sementara harga ikan kecil laut ini mengalami penurunan seperti ikan pelagis mengalami deflasi sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram.

Sebelumnya pada bulan September harga ikan mengalami kenaikan imbas kenaikan harga BBM. Namun untuk saat ini bulan November harga ikan kecil mengalami penurunan harga. Harga eceran tertinggi (HET) ikan kecil sekitar Rp13.000 hingga Rp20.000.

“Harga ikan murah tidak sebanding dengan harga. Tidak berbanding lurus dan harga dan jumlah. Jumlah ikan tinggi namun harga sedikit menurun. Ikan pelagis penurunannya hanya 10 hingga 15 persen dari harga semula,” terang Cholid.

Selain hasil tangkapan ikan kecil tertentu melimpah juga disebabkan melemahnya pasar dagang internasional. Memicu harga ikan jenis kecil menurun signifikan. Biasanya kondisi ikan kecil jenis tertentu melimpah sampai bulan Januari.

Dirinya menambahkan kejadian ini menjadi momen tersendiri bagi pengusaha ikan. Menurutnya pengusaha mensiasati dengan cara menyimpan ikan di tempat penyimpanan ikan.

“Januari sampai Februari produksi meningkat tapi pasaran yang belum bisa menyeimbangi. Harga turun mungkin jadi penguasaha atau pembeli di tempatkan dikostor disimpan dulu. Bulan Februari atau Maret dikeluarkan untuk menjaga stok seimbang dan kestabilan harga. Musim baratan musim ikan tertentu,” pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati