Alat Pirolisis Sebagai Konversi Sampah Plastik Hasilkan BBM Ada di Pancur Rembang

Rembang, Mitrapost.com – Sampah menjadi momok yang tak kunjung usai. Kondisi ini membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang kembali menginovasi perkembangan teknologi cara pengolahan sampah.

Aditia Diyah Suryanti sebagai Plt. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Lingkungan DLH Kabupaten Rembang mengutarakan pihaknya telah mengkonversi sampah dengan menggunakan beberapa alat.

Lebih lanjut, DLH Kabupaten Rembang berinovasi konversi sampah salah satunya menggunakan alat pirolisis sebagai pengurai sampah plastik.

“Jadi memang tujuannya untuk edukasi. Arahnya lebih untuk mengatasi permasalahan sampah khususnya pengelolaan sampah plastik,” kata Diyah saat dihubungi Mitrapost.com Senin, (7/11/2022).

Sementara alat pirolisis telah menyasar di Desa Warugunung Kecamatan Pancur. Alat pirolisis ini merupakan konversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Alat pirolisis memuat dan mengolah sampah plastik sekitar 2 sampai 3 kilogram. Setelah melalui proses pengolahan dengan suhu diatas 400° Celcius. Maka akan menghasilkan bahan bakar minyak.

“Alat pirolisis baru ada di Desa Warugunung Kec Pancur dengan kapasitas alat 2-3 kilogram,” terang Diyah.

Selanjutnya, hasil dari pengolahan sampah plastik berupa BBM setara dengan solar baru yang diimplementasikan bahan bakar biasa.

Sedangkan hasil sampah plastik berupa minyak ini belum diaplikasikan ke mesin kendaraan. Untuk saat ini masih diteliti oleh perguruan tinggi dari Semarang.

“Menurut informasi dari warga Desa Warugunung kemarin, hasil olahan alat pirolisis sedang diteliti oleh salah seorang mahasiswa asal Warugunung yang sedang menempuh tugas akhir di salah satu politeknik di Semarang,” pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati