Pati, Mitrapost.com – Sungai Silugonggo yang berada di Kabupaten Pati, Jawa Tengah sudah tiga minggu lamanya mengalami kekeringan. Ribuan hektar tanaman padi terancam gagal panen.
Ancaman gagal panen itu dikeluhkan oleh petani Desa Sugiharjo sekaligus Plt Sekdes, Kecamatan Pati, Kaswanto. Ia mengatakan, sudah tiga minggu ini Sungai Silugonggo tepatnya di Desa Sugiharjo mengalami kekeringan.
Menurutnya, mengeringnya Sungai Silugonggo ini akan berdampak terhadap tanaman padi di wilayahnya.
Ia menyebut, lahan pertanian tanaman padi di Dusun Gilis ada sekitar 62 hektar. Sementara di Dusun Garas sekitar 65 hektar. Tanaman padi itu, kata dia, mengandalkan pengairan dari Sungai Silugonggo.
“Dampaknya ya sangat fatal di sektor pertanian. Karena dusun gilis ini dan sepanjang kali Silugonggo ini pertanian hanya mengandalkan pompanisasi yang dari Sungai Silugonggo,” ujar Kaswanto.
Rata-rata, lanjut dia, tanaman padi di wilayahnya itu baru memiliki usia tanam 35 sampai 45 hari. Dia memperkirakan, jika dua minggu ke depan tidak ada pasokan air maka tanaman padi di wilayahnya terancam gagal panen.
“Untuk sementara karena jangka waktu baru tiga minggu ini Alhamdulillah masih aman. Tapi kalau ini dua minggu lagi tidak ada air ini nanti bisa gagal panen,” katanya.
Biang Kerok Kekeringan Sungai Silugonggo
Selain karena musim kemarau ini, Kaswanto menilai mengeringnya beberapa titik Sungai Silugonggo ini terjadi imbas dari bocornya bendungan karet di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan belum lama ini.
Bocornya bendungan itu, menyebabkan air yang digunakan untuk pengairan tanaman padi tidak dapat tertampung.
“Kemarin itu bendungan pecah, jadi air mengalir dengan sendirinya,” ucapnya.
Ribuan Hektar Tanaman Padi Terancam Gagal Panen
Sementara itu, Ketua Serikat Petani Pati, Kamelan mengatakan, selama tiga minggu ini kondisi beberapa titik Sungai Silugonggo mengalami kekeringan. Menurutnya, ada ribuan hektar tanaman padi di empat kecamatan sepanjang Sungai Silugonggo yang masih membutuhkan pasokan air.
“Di sepanjang sungai Juwana ini di empat kecamatan yaitu Margorejo, Jakenan, Gabus dan Pati ada ribuan hektar tanaman padi yang masih membutuhkan pengairan dari sungai Juwana,” kata Kamelan.
Tanaman padi di empat kecamatan itu rata-rata memiliki usia satu minggu sampai menjelang panen. Apabila kondisi ini terus berlanjut, maka dimungkinkan terjadi puso akibat kekeringan ini.
Kamelan berharap pemerintah segera menindaklanjuti kondisi ini dengan menggelontorkan air dari Waduk Kedung Ombo dan Logung.
“Harapan petani terhadap pemerintah ada istilahnya gelontoran air karena di sini di sungai Juwana ada dua waduk yang bisa digelontorkan yaitu Kedung Ombo dan Logung,” tandasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






