Pati, Mitrapost.com – Usai pandemi Covid-19 yang mulai melandai, kasus HIV/AIDS kini kembali mencuat dan menjadi sorotan Pemerintah Kabupaten Pati.
Fokus penanganan HIV/AIDS mulai digencarkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dengan berlandaskan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2020 dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38 Tahun 2022.
Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Satpol PP Pati menggelar razia yang berfokus pada ODGJ, gelandangan, pengemis, serta geng anak punk. Setidaknya, Satpol PP Pati telah mengunci titik-titik rawan yang menjadi sasaran operasi.
Baru-baru ini, Kepala Satpol PP Pati Sugiyono mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pembinaan terhadap enam orang anggota punk yang dirazia di sekitar Pati kota.
“Baru-baru ini kita tangkap enam anak punk. Dari Purwodadi satu, dari Kudus dua malah suami-istri, kemudian dari Pati tiga. Dari situ, setelah kita razia kita lakukan pembinaan. Kita kerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk cek HIV/AID-nya bagaimana,” ujar Sugiyono.
Ia menjelaskan bahwa operasi itu digelar guna melanjutkan amanat dari Perda terkait, serta merupakan tindakan preventif dari penyakit menular seksual tersebut.
Kabar baiknya, dari operasi yang dilakukan tersebut, ia mengatakan bahwa seluruh anak punk yang diamankan telah memahami tentang resiko dan bahaya virus HIV/AIDS. Hal ini dibuktikan dari hasil laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Pati yang menyatakan bahwa semua anggota geng punk tersebut negatif HIV.
“Alhamdulillah hasilnya baik, negatif semua. Kita ya turut bahagia, senang. Bahagianya karena mereka memahami itu (kesadaran tentang HIV/AIDS) sehingga negatif HIV,” lanjutnya.
Sebagai informasi, kasus HIV/AIDS di Bumi Mina Tani bisa terbilang memprihatinkan. Menurut data, setidaknya terdapat lima kecamatan di Pati yang termasuk zona merah penularan HIV/AIDS.
Kelima kecamatan tersebut diantaranya, Kecamatan Pati kota, Jakenan, Batangan, Juwana, dan Margorejo.
Kendati demikian, melihat perkembangan kasus yang mulai meningkat di Kabupaten Pati, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati nampaknya cukup tanggap dalam menangani salah satu penyakit mematikan ini. (adv)
Wartawan Area Kabupaten Pati






