Pati, Mitrapost.com – Anggota Komisi B dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), M Nur Sukarno Kabupaten Pati menyoroti dampak Banjir bandang di sejumlah kecamatan di Pati Selatan.
Banjir tersebut tidak hanya menyengsarakan warga, namun juga melumpuhkan sektor ekonomi. Pasalnya, selain di pedesaan, genangan air juga bersarang di jalan-jalan utama kecamatan yang merupakan akses mobilitas warga.
Seperti Jalan utama Pati- Gabus misalnya, tepatnya di depan desa banjarsari. Hingga siang air masih menggenang tinggi dan tidak bisa dilewati motor.
Sehingga warga harus memutar jalan untuk berkendara ke Pati dan ke Winong. Spontan situasi ini membuat proses ekonomi tersendat
“Dampak banjir bisa melumpuhkan ekonomi. Banjir yang melanda Pati Selatan terutama di kecamatan Tambakromo, Kayen, Winong, Pucakwangi, Gabus merusak infrastruktur rumah, jalan, Saluran, atau tanggul,” ujar Sukarno saat dihubungi Mitrapost.com, Kamis (1/12/2022).
“Jalan yang tergenang pasti menghambat arus lalu lintas dan bisa merugikan secara ekonomi karena angkutan barang atau jasa pasti terhambat,” imbuhnya.
Sukarno juga khusus menyoroti aktivitas pertanian. Tentunya banjir menghambat musim tanam petani di wilayah terdampak.
“Kerugian ini walaupun belum terdata tetapi kerusakan menyebabkan kerugian miliaran,” tambah Anggota Dewan dan kader Partai Golkar itu.
Untuk diketahui, banjir bandang melanda kecamatan di Pati selatan sejak Rabu (30/11) pukul 20.22 WIB. Banjir diakibatkan curah hujan yang tinggi, yang tidak dapat ditampung oleh sungai-sungai di bawah Gunung kendeng.
Atas kejadian tersebut, berbagai kerugian materiil dialami oleh warga, diantaranya rumah roboh, kehilangan harta benda, dan sebagainya.
Kejadian ini juga menyebabkan korban jiwa, 3 orang meninggal dunia. Diantaranya, 2 di Tambakromo dan 1 di Kecamatan Winong. (adv)
Wartawan Area Kabupaten Pati






