Rembang, Mitrapost.com – Dampak cuaca ekstrim yang melanda Indonesia menyebabkan perairan laut Jawa bagian utara terjadi gelombang tinggi.
Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisik (BMKG) yang telah diterbitkan Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang memberikan peringatan pada aktivitas di perairan pantura Jawa Tengah.
Peringatan ini lantaran potensi gelombang tinggi dapat mencapai 3,5 meter di perairan pantura Jawa Tengah pada akhir tahun 2022 sampai dengan awal tahun 2023.
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar nelayan Rembang enggan melaut yang akan mempengaruhi mata pencaharian.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang, Mohammad Sofyan Cholid mengungkapkan nelayan Rembang tidak berani melaut lebih jauh di perairan Laut Jawa.
“Karena ikan menyebar dan nelayan tidak berani melaut lebih jauh,” ucap Sofyan saat dihubungi Mitrapost.com, Kamis (2/2/2023).
Sofyan juga mengimbau para nelayan harus aktif mengikuti informasi BMKG yang telah diinformasikan melalui grup media sosial.
Pihaknya berharap nelayan supaya lebih waspada jika terjadi gelombang laut tinggi dan bisa mengantisipasinya dengan caranya sendiri.
“Untuk itu para nelayan harus aktif mengikuti informasi BMKG di group WA khusus nelayan karena iklim masih belum menentu apabila gelombang laut tinggi diharapkan untuk berlindung di pulau yang terdekat,” terangnya. (*)






