Mitrapost – Setiap orang pasti pernah lupa, meski Allah SWT telah memberikan akal dan pikiran yang sempurna. Namun, perlu diingat bahwa lupa juga bisa menjadi sebuah karunia. Melupakan emosi negatif seperti melupakan kesedihan dan kemarahan mungkin dapat memberikan dampak lebih positif bagi hati dan pikiran.
Dalam Islam sendiri, lupa dibedakan menjadi tiga. Pertama, lupa berbagai peristiwa, nama dan informasi. Kedua, lupa yang artinya lalai, dan lupa karena hilangnya perhatian terhadap suatu hal.
Dikutip dari NU Online, terkisah seorang laki-laki datang kepada Baginda Rasulullah dan mengeluhkan tentang dirinya yang mudah lupa. Maka, Rasulullah memberikan sebuah doa untuk diamalkan olehnya. Doa tersebut adalah sebagai berikut.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ نَفْسِيْ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ
Allâhumma ij’al nafsî muthmainnatan, tu’minu bi liqâika wa tardlâ bi qadlâika
Artinya: “Ya Allah, jadikan jiwa kami menjadi tenang, beriman akan adanya pertemuan dengan-Mu, dan rela atas garis yang Engkau tentukan.”
Selain doa, untuk menghindari sifat pelupa, umat Muslim dianjurkan untuk melatih fokus dan konsentrasi agar informasi yang diterima tidak ‘mental’;latihan secara terus menerus untuk melatih ingatan; menghubungkan dengan informasi lainnya; menggunakan perangkat pengingat seperti notes, kalender, buku agenda dan sebagainya; serta menghindari tindakan maksiat. (*)






