Mitrapost.com – Demi memenuhi kebutuhan Kereta Rel Listrik (KRL) di tahun 2023-2025, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana mengimpor KRL bekas dari Jepang.
Pilihan impor ini akan menjadi salah satu skema yang diterapkan Kementerian BUMN. Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa pihaknya mengajukan izin impor untuk 12 rangkaian KRL bekas.
“Saat ini izinnya [impor] sedang kami ajukan ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi,” jelasnya dilansir dari Bisnis.com.
Sedangkan skema lainnya adalah melalui rekondisi atau retrofit pada KRL eksisting yang masih bisa dipakai. Hal ini akan dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT KAI Commuter. Oleh karena itu pihak Kementerian BUMN pun mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3 triliun untuk tahun anggaran 2024.
Dana tersebut akan dipakai membeli barang modal untuk memproduksi rangkaian KRL di fasilitas produksi Inka di Banyuwangi Jawa Timur. Dimana tahun 2025 mendatang ditargetkan sudah bisa digunakan.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan penambahan modal hingga impor KRL diperlukan mengingat jumlah penumpang Jabodetabek yang melonjak serta untuk mengantisipasi semakin bertambahnya penumpang di tahun ini.
Namun upaya impor ini, jelas Erick Thohir memang perlu diimbangi dengan produksi dalam negeri. Oleh karena itu peningkatan kapasitas Inka menjadi penting.
“Kalaupun impor kami minta seminimal mungkin, itu [impor] hanya buat menutupi kebutuhan KRL sekitar 6 sampai 7 bulan ke depan,” kata Erick. (*)
Redaksi Mitrapost.com






