Pati, Mitrapost.com – Dalam kurun waktu Bulan Januari hingga Mei 2023 Sebanyak 16.286.616 kilogram atau 16.286,6 ton pupuk bersubsidi jenis Urea telah disalurkan kepada petani di Kabupaten Pati.
Sementara untuk pupuk subsidi jenis NPK tersalur 9.702.465 kilogram atau 9.702,4 ton dalam kurun waktu yang sama.
Kun Saptono, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Pati mengatakan bahwa serapan pupuk selama lima bulan pertama bulan 2023 aman dan stok hingga akhir tahun ke depan juga masih tersedia.
“Secara umum serapan pupuk kita masih aman dengan kondisi kebutuhan urea dan NPK sesuai alokasinya,” ujar Kun saat ditemui Mitrapost.com di Dinas Pertanian hari ini, Selasa (6/6/2023).
Dipaparkannya, tahun ini Pemerintah hanya mengeluarkan 2 jenis pupuk subsidi yakni Urea dan NPK, berbeda dengan tahun kemarin dengan 5 jenis.
Hal ini berkaitan dengan keuangan negara dan menurunnya produksi bahan baku pupuk dari luar negeri akibat pecahnya perang Rusia dan Ukraina.
Dalam setahun, kabupaten Pati mendapatkan alokasi pupuk sebanyak 43.617,8 ton. Hingga Mei, terealisasi 16.286,6 ton atau baru 38,22 persennya.
Sementara untuk pupuk NPK, dalam setahun Kabupaten Pati mendapatkan alokasi 25.996,1 ton dan baru terserap 9.702,4 ton atau baru 37,32 persen.
Menurut Kun, penebusan pupuk di sisi petani tahun ini agak lambat akibat sebagian wilayah pertanian di Pati terdampak banjir selama dua musim tanam. Di prediksi pada musim tanam kedua (MT-2) yang jatuh di bulan-bulan ini, serapan pupuk petani akan lebih tinggi.
“Yang kena musibah banjir di MT-2 ini akan mulai mengambil. Seperti petani-petani yang sawahnya dilintasi sungai Silugonggo seperti Kayen, Gabus, Jakenan sampai Juwana kemungkinan akan mengambil di MT-2 untuk memenuhi kebutuhan pupuknya,” tandas Kun. (*)
Wartawan Area Kabupaten Pati






