Sapi Impor dari Australia Terindikasi LSD, Ini Kata Bapanas

Mitrapost.com – Sapi impor dari Australia terindikasi penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Sehingga impor dari empat peternakan dari negara tersebut pun ditangguhkan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa kasus tersebut diperkirakan tak akan mempengaruhi stok daging yang ada di dalam negeri.

“Enggak apa-apa,” ujar Arief dilansir dari Bisnis.com.

Kebutuhan daging tahunan dalam negeri sebesar 816.790 ton. Sedangkan data prognosa neraca pangan dari Bapanas per 30 Juli 2023 diperkirakan stok daging yang berjenis lembu (sapi dan kerbau) ada sebanyak 867.554 ton. Jumlah itu berasal dari produksi dalam negeri dan importasi.

Selama ini, Indonesia telah mengandalkan Australia sebagai sumber sapi hidup. Padahal, Arief mengatakan bahwa Kementerian Pertanian sudah lama diinstruksikan presiden untuk membuka sumber alternatif impor sapi lainnya.

“Jadi presiden itu sudah menyuruh supaya buka alternatif negara asal, jangan cuma Australia aja. Tapi tidak dikerjakan cepat,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan telah bertemu dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa pada Juli 2023 dan mengatakan bahwa Indonesia berencana mengimpor 50.000 ekor sapi hidup dari negara tersebut.

Hal itu pun dianggap sebagai langkah tepat untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor sapi dari Australia.

“Itu bukan maunya beliau [Luhut], karena kau enggak [Luhut] ya enggak jalan [impor sapi dari negara lain], yang mengeksekusi itu pak Luhut,” ucapnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati