Mitrapost.com – Bulan Oktober ini diprediksi menjadi akhir musim kemarau. Dengan begitu, bulan November kemungkinan akan menjadi awal musim hujan.
Hal itu diungkapkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau akan berakhir di sebagian besar wilayah Indonesia mulai akhir Oktober ini, dan awal musim hujan secara bertahap, dimulai awal November 2023,” jelasnya dilansir dari CNN Indonesia.
Kedatangan musim hujan di Indonesia diprediksi akan turun secara bertahap. Mencakup sekitar 255 zona musim (ZOM) atau 36,5 persen. Rinciannya adalah Sumatera Selatan, Lampung, sebagian besar Banten, Jakarta, Jawa Barat, sebagian besar Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, Bali.
Kemudian sebagian kecil NTB, sebagian kecil NTT, Sulawesi Utara, Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Selatan, Maluku Utara bagian utara, dan Papua Selatan bagian selatan.
Sedangkan puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2024.
BMKG menyebut jika adanya fenomena el nino menyebabkan awal musim hujan tak terjadi secara serempak.
“Sesuai prediksi BMKG, puncak dampak El Nino terjadi pada bulan September, namun tadi kami juga menganalisis dari data satelit yang terkini, terlihat Oktober ini nampaknya intensitas El Nino belum turun. Fenomena El Nino ini diprediksi masih akan terus bertahan hingga tahun depan,” jelasnya.
Menurut Dwikorita, level El Nino moderat akan terus terjadi hingga Februari-Maret 2024. Ia menyebut, Monsun Asia sudah mulai memasuki wilayah Indonesia sehingga diprediksi bulan November akan mulai turun hujan.
“Artinya pengaruh El Nino akan mulai berkurang oleh masuknya musim hujan sehingga diharapkan kemarau kering ini segera berakhir secara bertahap. Ada beberapa wilayah yang masuk musim penghujan sebelum November dan ada yang mundur, tapi sebagian besar pada bulan November,” jelas dia. (*)