Mitrapost.com – Jelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan batas usia Capres dan Cawapres, pada hari ini Senin (16/10). Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDI Perjuangan melarang kader demo.
Ia menilai MK tidak perlu didemo karena kebaikan dan keburukan akan nampak.
“PDI Perjuangan menginstruksikan agar seluruh simpatisan, anggota dan kader partai serta pendukung Ganjar Pranowo untuk tidak melakukan demo ke MK. Partai mencermati adanya ribuan pengamanan gabungan Polri dan TNI akan dikerahkan untuk mengamankan MK. Pengamanan yang berlebihan seharusnya tidak diperlukan selama konstitusi benar-benar ditegakkan, dan tidak ada vested of interest serta sikap kenegarawanan dikedepankan,” kata Hasto, dikutip dari Detik News, pada Senin (16/10/2023).
Hasto mengatakan PDI Perjuangan tidak perlu turun, sebab keburukan akan nampak dengan sendirinya. Hal ini disebutnya sebagai pedoman yang sangat penting.
“Larangan demo tersebut sangat penting karena bangsa Indonesia diajarkan falsafah baik akan terbukti dan buruk akan nampak dengan sendirinya, selain itu politik harus bersandarkan pada kepentingan bangsa, bukan kepentingan individu, keluarga, atau kepentingan golongan,” kata dia.
Ia lantas berbicara terkait dengan norma kepentingan umum yang dilanggar, nantinya akan menimbulkan suatu karma.
“Ketika etika politik, norma kebenaran dan kebaikan bagi kepentingan umum dilanggar, maka akan menjadi perbincangan rakyat, dan tercipta suatu moral force. Jadi ngapain didemo. Cermati saja keputusannya yang sudah diambil. Sekiranya prinsip kenegarawanan hakim MK digadaikan bagi kepentingan lain, maka akan ada karma politik. Selanjutnya lembaga tersebut bisa kehilangan legitimasinya, dan ujung-ujungnya rakyat akan melakukan koreksi,” ujar dia.
Hasto juga menyebut MK tidak akan menambah materi muatan baru, karena fungsi legislasi sudah masuk ranah DPR RI bersama pemerintah.
“Konstitusi itu juga punya ruh, punya tujuan mulia bagi tata pemerintahan negara, karena itulah akan berimplikasi serius, bahkan ada karma pada politik sekiranya dilanggar,” imbuhnya.
“Jadi daripada demo, lebih baik kita membatinkan suatu keyakinan bahwa siapa menabur angin, akan menuai badai,” tutur Hasto.
Redaksi Mitrapost.com






