Pati, Mitrapost.com – Permasalahan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sering dikeluhkan nelayan mendapatkan respon dari Pertamina.
Pasalnya selama ini Nelayan khususnya di wilayah Kecamatan Juwana Kabupaten Pati masih mengeluhkan keterbatasan stok dan harga tinggi BBM untuk kebutuhan melaut para nelayan.
Melalui Eksekutif General Manajer Pertamina Jawa Tengah, Aji Anom Purwasakti menegaskan bahwa kendala tersebut hanya akan bersifat sementara.
Pihaknya mengklaim siap menyuplai BBM bagi para nelayan dengan jumlah volume yang besar.
“Kalau hingga saat ini ya, kebutuhan akan BBM itu masih kita penuhi. Dimana khusus bagi nelayan yang kapalnya diatas 30 GT itu, Jadi berapapun dan kapanpun akan terpenuhi,” tegasnya dalam kegiatan Pertamina Sahabat Nelayan yang di gelar di Aula Balaidesa Kebon Sawah pada Rabu, (18/10/2023).
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan berdasarkan catatan terdapat seribuan kapal diatas 30 GT yang bersandar di wilayah Juwana.
Ia mengatakan dari perhitungan tersebut, maka setidaknya membutuhkan kebutuhan bahan bakar yang sangat besar, yakni sekitar 25 juta ton BBM dalam setiap bulan.
“Menjawab kebutuhan itu tadi ya, terus terang dari kami upayakan untuk potensi pembunuhan BBM berjenis solar itu,” tegasnya.
Sementara itu, melalui Kepala Desa Kebon Sawah, Sugiyono membenarkan bahwa keluhan akan permasalahan BBM dirasakan oleh para warganya.
Beberapa permasalahan dikeluhkan yakni mengenai jumlah pasokan yang dianggap kurang, kemudian juga harga beli BBM yang dirasa mahal.
“Tentunya harapan dari kami adalah yang menjadi keluhan para nelayan bisa untuk dikaji ulang. Karena saya lihat banyak dari perusahaan ataupun nelayan perorangan yang terpukul dari permasalahan ini,” tandasnya. (Asy)
Redaksi Mitrapost.com