Pati, Mitrapost.com – Pendidikan yang efektif dinilai dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan juga mengembangkan inovasi, serta kretivitas.
Salah satu kunci mencapai tujuan pendidikan tersebut, dibutuhkan tenaga pendidik yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan perkembangan teknologi. Para guru di sekolah perlu memahami teknologi dan perkembangan digital, sehingga proses pembelajaran bisa berjalan secara maksimal.
Sebaliknya, jika tenaga pengajar tidak bisa mengikuti perkembangan zaman, siswa nantinya sulit mengembangkan inovasi dan kreatifitas cara berpikir. Hal itu akan berdampak pada kurangnya kemampuan dalam menanamkan daya berpikir kritis pada siswa.
Hal ini diungkapkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Muntamah. Ia menilai, guru yang belum memiliki pemamahan cukup terkait dunia digital maupun perangkat elektronik membuat proses pembelajaran menjadi tidak efektif.
“Jika guru gaptek pasti ngajarnya tidak efektif. Guru yang gaptek tidak akan mampu menanamkan daya kritis pada siswanya untuk berinovasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, sudah banyak sekolah yang beralih ke arah digital. Siswa dan siswi juga dituntut untuk bisa mengoperasikan komputer elektronik. Dengan demikian, kompetensi guru dan tenaga pengajar perlu bisa mengimbangi kebutuhan tersebut.
Perlu diingat, pendidikan memiliki peranan penting bagi generasi muda. Para generasi muda ini menjadi tonggak kemajuan bumi pertiwi dan memiliki peranan yang strategis, khususnya terkait masa depan bangsa Indonesia nantinya. (adv)
Redaksi Mitrapost.com






