Pati, Mitrapost.com – Seluruh masyarakat diimbau selalu tangguh dalam menghadapi maupun menyikapi terjadinya bencana di Kabupaten Pati.
Diketahui, hingga kini Kabupaten Pati merupakan salah satu kawasan yang kerap mengalami bencana. Seperti mengalami kekeringan saat musim kemarau dan kebanjiran ketika musim penghujan.
Keterangan ini disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pati, Muhtar. Ia mengatakan, selain tangguh menghadapi bencana juga perlu adanya perencanaan pembangunan jangka panjang utamanya dalam memperhatikan dampak lingkungan.
“Pati sendiri hingga kini rawan bencana yang cukup tinggi. Diharapkan dokumen perencanaan ke depannya lebih strategis, aktual, holistik sehingga penanganan bencana bisa akurat dan maksimal. Karena banjir dan kekeringan di Kabupaten Pati masih sering terjadi,” tandasnya.
Sementara itu, Pakar Penanggulangan Bencana Kabupaten Pati dari Yayasan Ready Indonesia, Husaini menyebutkan, perlu adanya alih fungsi untuk memperhatikan hal yang menjadi bencana di Pati.
Pasalnya, salah satu upaya alih fungsi lahan yakni dengan memanfaatkan hutan menjadi pertanian yang bisa mengantisipasi bencana banjir, tanah longsor sekaligus kekeringan.
“Perencanaan pembangunan jangka panjang yang bisa menjadi ancaman, harus menjadi perhatian pemerintah juga. Dengan cara alih fungsi lahan, hutan menjadi ke tanaman semusim dan pada pertambangan juga bisa,” jelas dia.
Husaini menambahkan, ketika pertambangan terus meluas tanpa adanya evaluasi pada dampak lingkungan bisa mengakibatkan resiko bencana semakin merajalela. (*)






