Mitrapost.com – Allah SWT akan memberikan pahala kepada hamba-hamba-Nya yang melakukan amal-amal saleh. Sementara itu, mengerjakan sesuatu yang tujuannya untuk kebajikan diyakini bahwa kebaikan tersebut juga akan berbalik pada diri sendiri.
Sementara itu, bagi mereka yang berbuat zalim, maka hanya kerugian yang akan didapatkan. Selain itu, perbuatan buruk juga akan merusak amal saleh yang dilakukan. Dalam karyanya yang bertajuk ‘Adakah Berhala pada Diri Kita’ karya Dr Majdi Al-Hilali, ia menyebut beberapa hal yang dapat menimbulkan kerusakan pada amal perbuatan manusia.
Simak penjelasannya berikut ini!
Orang yang berbuat zalim
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang bangkrut di antara umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat membawa pahala salat, puasa, dan zakat. Akan tetapi, dia juga telah mencela orang ini, memakan harta orang itu, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang itu.
Lantas, orang yang dizalimi ini diberikanlah kebaikan-kebaikannya untuk orang yang dizalimi yang ini, diberikan pula kepada korban kezaliman yang lain. Hingga apabila kebaikannya telah habis sedangkan kezalimannya belum semua terbayar maka sebagian dosa-dosa orang-orang yang dizalimi akan dipikulkan kepadanya, lalu dia dilempar ke dalam neraka.” (HR Muslim)
Hasad atau kedengkian
Hasad adalah perasaan tidak senang saat orang lain mendapatkan nikmat dari Allah SWT. Rasulullah SAW pun memeringatkan umatnya untuk menjauh dari sifat hasad, karena sifat tersebut dapat mengikis amal kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda, “Hindarilah kamu daripada hasad, karena hasad itu memakan segala amal kebajikan, bagaikan api memakan kayu bakar,” (HR Abu Daud).
Bergosip
Bergosip atau ghibah juga dapat merusak amal saleh. Dalam bukunya Shakil Ahmad Khan dan Wasim Ahmad, mereka menyatakan bahwa bergunjing, sementara orang yang digunjingkan tidak hadir atau terlibat dalam perbincangan sehingga tidak bisa membela diri, maka pahala amal akan dipindahkan dari pelaku ghibah kepada orang yang digunjingkan. Kemudian, ghibah di kemudian hari juga akan memindahkan keburukan dari orang yang digunjingkan kepada pelaku ghibah.
Tidak bisa mengendalikan kemarahan
Allah SWT berfirman dalam surah Ali Imran ayat 133-134, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW, “‘Berilah aku wasiat’, beliau menjawab, ‘Engkau jangan marah!’, Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Rasulullah SAW mengulainya kembali, ‘Engkau jangan marah!’,” (HR Al-Bukhari). (*)
Redaksi Mitrapost.com






