Bagaimana Cara Menghadapi Orang Toxic Menurut Islam?

Mitrapost.com – Dalam hidup bersosial, sering kali kita menemui orang-orang dengan berbagai karakter yang berbeda-beda, termasuk orang yang manipulatif. Zaman sekarang orang-orang biasa menyebutnya sebagai orang toxic atau ‘beracun’.

Orang-orang toxic biasanya tidak memiliki empati pada kesulitan aatau kesusahan orang lain. Mereka juga memiliki kesenangan dalam memanipulasi orang lain untuk mendapatkan tujuan mereka sendiri, meski hal itu dilakukan dengan berbohong atau mengadu domba.

Menghadapi orang-orang toxic memang membutuhkan energi dan kekuatan hati. Jika tidak, alih-alih bersikap sabar, diri sendiri bisa terprovokasi dengan perkataan mereka.

Bagaimana menghadapi orang toxic dalam perspektif Isalam?

Melansir dari NU Online, untuk menghadapi orang toxic adalah dengan memohon pertolongan Allah lewat doa. Doa ini diharapkan dapat membentengi kita dari pengaruh buruk, serta diberikan kekuatan hati agar tetap sabar menghadapinya.

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِحَاسِدِيْنَا فَإِنَّهُمْ لِمَا عِنْدَهُمْ مِنَ الضَّيْقِ لَا يَحْتَمِلُوْنَ رُؤْيَةَ النِّعَمِ الَّتِي عَلَيْنَا دُوْنَهُمْ، وَلَوِ اتَّسَعَتْنُفُوْسُهُمْ لَمْ يَقَعُوْا فِي حَسَدِنَا

Allâḥummaghfir li hâsidînâ, fa innahum li mâ ‘indahum minadl dlaiqi lâ yaḫtamilûna ru’yatan ni‘amil latî ‘alainâ dûnahum. Wa law ittasa’at nufûsuhum lam yaq‘û fî hasadinâ

Artinya: “Ya Allah, ampunilah para pendengki kami karena mereka dalam kesempitan hatinya tidak kuat melihat nikmat-nikmat yang dianugerahkan pada kami, bukan pada mereka. Andai berhati lapang, mereka tentu takkan iri dengki kepada kami,”

Sementara itu, berikut adalah doa yang dicontohkan Rasulullah SAW.

يَرْحَمُ اللهُ مُوْسَى قَدْ أُوْذِيَ بِأَكْثَرَ مِنْ هَذَا فَصَبَرَ

Yarhamullâhu Mûsâ qad ûdziya bi aktsara min hâdzâ, fa shabara

Artinya, “Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Nabi Musa AS yang telah disakiti lebih banyak dari sekadar ini, lalu ia bersabar.”

Selain itu, dianjurkan pula untuk menahan amarah dan menahan diri untuk tidak mengeluarkan kata atau tindakan negatif pada orang-orang zalim. Kemudian, memaafkan orang bersangkutan dan menghilangkan luka atas perkataan dan perbuatan yang menyakitinya, serta tetap terus berbuat kebajikan.

Dalam surat Ali Imran ayat 134, Allah SWT berfirman;

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati