Pati, Mitrapost.com – Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) mengungkap ikan sapu-sapu di Bendung Karet Sungai Juwana atau Sungai Silugonggo, Kabupaten Pati terdeteksi sejak tahun 2010.
Juru bicara Jampisawan, Ari Subekti mengatakan bahwa berdasarkan riset secara sederhana yang dilakukan oleh Jampisawan tahun 2010 itu ada buangan ikan pembersih kaca aquarium atau ikan sapu-sapu ke Sungai Silugonggo. Semenjak itu, lanjut dia, ikan sapu-sapu berkembang biak.
“Menurut cerita dari teman-teman sungai itu kan sejak dulu memang sudah ada sekitar 2010. Awalnya kalau menurut riset yang kami lakukan secara sederhana untuk teman-teman sepanjang kali itu awalnya buangan ikan yang dari ikan pembersih kaca aquarium,” ujar Ari.
Ia mengatakan, setelah terjadi banjir besar di tahun 2014, populasi ikan sapu-sapu semakin masif. Namun, pihaknya tidak mengetahui detail soal populasi ikan sapu-sapu itu.
“Tetapi setelah tahun 2014 setelah terjadi banjir besar itu kemudian populasinya mulai semakin banyak. Entah itu ada migrasi sapu-sapu dari daerah lain atau bagaimana kami belum bisa tahu secara detail,” kata dia.
Selain setelah banjir itu, keberadaan bendung karet Sungai Juwana di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan juga dinilai mempengaruhi populasi ikan sapu-sapu. Pasalnya air asin tidak bisa masuk ke area bendung karet tersebut.
“Pasca adanya bendung karet itu kemudian menjadi sangat masif, karena populasi yang sebelumnya dikendalikan oleh alam dengan adanya air asin yang masuk itu itu kemudian dibendung oleh bendung Karet dan akhirnya merajalela populasi tidak bisa dikendalikan secara alami oleh alam,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, jutaan ikan sapu-sapu sebelumya tampak terdampar di bendung karet Sungai Juwana Desa Bungasrejo pada Senin (02/09/2026) sore. Keberadaan ikan sapu-sapu itu menjadi tontonan masyarakat. (*)

Wartawan Mitrapost.com






