Mitrapost.com – Presiden Indonesia, Joko Widodo berkunjung ke Jepang untuk bertemu dengan Perdana Menteri, Fumio Kishida.
Diketahui bahwa Jokowi menghadiri KTT ASEAN-Jepang, dan KTT Asia Zero Emission Community (AZEC).
Jokowi disebut akan membahas masalah pengungsi rohingnya yang banyak bermukim di Indonesia.
“Saya kira sangat relevan untuk dibicarakan karena ini juga bukan hanya masalah dunia bukan hanya masalah ASEAN tetapi juga masalah negara-negara yang didatangi,” kata Jokowi sebelum berangkat ke Jepang, di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
Jokowi mengatakan pengungsi rohingnya datang dengan membawa masalah. Bahkan masalah tersebut terjadi pada setiap negara yang didatangi rohingnya.
“Malaysia memiliki problem yang sama dengan jumlah yang lebih banyak kita juga memiliki problem yang sama dengan jumlah yang sekarang juga cukup lumayan banyak,” kata Jokowi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal menyebut pihak di dalam konvensi dan komunitas internasional menunjukkan tanggung jawab berkenaan dengan pengungsi rohingnya.
“Kita melihat bahwa penanganan permasalahan pengungsi ini, khususnya isu resettlement, ini sangat lambat selama ini, karena itu kita meminta agar negara-negara pihak di dalam Konvensi dan komunitas internasional menunjukkan tanggung jawab lebih terhadap upaya menyelesaikan masalah pengungsi dari Rohingya ini,” kata Iqbal dalam jumpa pers di kantor Kemenlu RI, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2023).
Iqbal menjelaskan RI tidak terikat dengan konvensi tentang pengungsi. Penanganan semata-mata karena dilandasi nilai kemanusiaan.
“Dalam hal ini (Indonesia) adalah negara transit, bukan negara tujuan, tapi juga berlaku kepada negara asal dan juga negara tujuan, karena itu kita mendorong semua negara pihak pada Konvensi PBB mengenai kejahatan lintas batas untuk ikut menangani situasi ini dari untuk mencegah pidana yang saat ini terjadi,” imbuhnya.
Redaksi Mitrapost.com





