Pati, Mitrapost.com – Semenjak tahun 2021 batik Bakaran dari Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana sudah ditetapkan oleh Kemdikbud RI sebagai warisan budaya tak benda. Sejak itu perkembangan batik tulis Bakaran sangat moncer.
Sehingga di tahun 2022 ada peresmian Museum Batik Bakaran. Kali ini terbentuknya Museum Batik digunakan untuk melestarikan batik Bakaran.
“Pertama, dua ribu dua puluh satu batik tulis Bakaran itu ditetapkan oleh Kemdikbud menjadi warisan budaya tak benda. Kedua, di tahun 2022 Desa Bakaran ditetapkan menjadi desa wisata,” ucap Wahyu Supriyo, Kepala Desa Bakaran Wetan, Jum’at (09/02/2024).
Wahyu mengatakan salah satu ikon Desa Bakaran Wetan yaitu batik tulis Bakaran. Wahyu menjelaskan, di Desa Bakaran Wetan banyak pengrajin batik tulis. Batik tulis adalah warisan turun-temurun (leluhur) yang nantinya harus tetap dilestarikan dan dikembangkan oleh masyarakat Bakaran.
“Salah satu ikon desa atau keunggulan desa yaitu batik tulis Bakaran, yang memang secara turun-temurun sudah diwariskan dari leluhur kita, sampai sekarang terus dikembangkan,” ungkapnya.
Wahyu mengungkap bahwa dengan adanya batik tulis Bakaran, pemerintah desa harus merasa memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan potensi yang ada di Desa Bakaran salah satunya batik tulis Bakaran.
“Memang sejak kami menjabat sejak tahun dua ribu dua puluh, tentu merasa memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan potensi unggulan desa yang ada ini. Termasuk batik ini,” ungkapnya.
“Maka kita buat festival batik. Kebetulan berjalan dua tahun kemudian kita rasa masih perlu pengembangan harus adanya museum. Karena kedepan batik tulis ini kan harus dilestarikan,” tambahnya.
Meski zaman terus berkembang, ia menilai batik tulis Bakaran sangat perlu untuk dilestarikan. Sebab jika tidak dilestarikan, maka dapat berubah menjadi batik cap atau batik printing.
“Takutnya ke depannya bisa jadi beralih ke cap apalagi ke printing. Kalau cap mungkin bisa dianggap batik. Tapi kalau printing itu kan tidak. Maka, dalam rangka untuk melestarikan itu salah satunya kita buat museum batik,” paparnya. (iwp)

Wartawan Mitrapost.com






