Mitrapost.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan pilot dan kopilot maskapai Batik Air terlelap saat penerbangan dari Kendari, Sulawesi Tenggara ke Jakarta.
Melansir dari laporan investigasi di laman KNKT pada Sabtu (9/3/2024), pesawat penerbangan rute Jakarta-Kendari yang memiliki kode registrasi PK-LUV pulang pergi menggunakan Airbus A320.
Sebelum keberangkatan dari Jakarta, kopilot mengaku kepada pilot bahwa dirinya kurang istirahat, sehingga pilot menyarankan untuk tidur selama 30 menit dan penerbangan berlangsung lancar.
Setiba di Kendari, pilot dan kopilot beristirahat menunggu penerbangan selanjutnya sembari makan mie instant di dalam kokpit. Pada penerbangan selanjutnya, kapten pilot bertugas sebagai pilot monitor atau pilot monitoring (PM) sedangkan kopilot bertugas sebagai pilot flying (PF).
Pesawat dengan nomor penerbangan BTK6723 yang mereka kemudikan lepas landas pada pukul 07.05 waktu setempat dengan 153 penumpang. Selanjutnya, pukul 07.37 waktu setempat, keduanya melepas headset dan menyalakan loud speaker dengan volume tinggi.
“PIC (pilot) minta izin ke SIC (kopilot) untuk istirahat dan izin diberikan. Beberapa detik kemudian, PIC tertidur dan SIC kemudian mengambil alih tugas PIC sebagai PM (pilot monitoring),” demikian bunyi laporan KNKT.
Kemudian, pilot sempat terbangun dan menawarkan kopilot agar beristirahat tetapi ditolak, lalu pilot melanjutkan tidurnya. Kopilot sadar bahwa pilot sedang tidur sehingga mengambil alih tugas PM.
Dalam dokumen KNKT, tercacat bahwa terjadi komunikasi beberapa kali antara kopilot dengan pemandu udara tentang cuaca hingga status penerbangan. Ia juga sempat meminta Pusat Kontrol Area atau Area Control Center (ACC) Makassar agar terbang 250 derajat. ACC Makassar merintahkan pesawat menghubungi ATC Jakarta atau ACC Jakarta. Sesudah 12 menit dari komunikasi terakhir, ACC bertanya kepada kopilot terkait butuh berapa lama agar bisa di jalur tersebut. Namun, keduanya tidak menjawab.
“28 menit setelah transmisi terakhir terekam dari SIC (kopilot), PIC (pilot) terbangun dari tidur dan sadar bahwa pesawat sudah tidak lagi berada di jalur penerbangan yang benar,” tulis KNKT dalam laporannya.
Pilot bangun dan melihat copilot tidur langsung membangunkannya. Pilot kemudian mengubungi ACC Jakarta bahwa pesawat terkendala masalah radio komunikasi. Pesawat kemudian terbang dan tiba di Jakarta tanpa ada korban dan kerusakan.
KNKT tidak menyebut nama pilot dan kopilot terkait, namun mengatakan bahwa keduanya warga negara Indonesia yang berusia 32 dan 28 tahun. Diketahui, pilot memiliki lisensi ATPL dan memiliki 6.304 jam terbang. Sementara itu, kopilot memiliki 1.665 jam terbang
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya telah mengatur tindakan keselamatan dalam Safety Notice pada 7 Februari 2024 kepada seluruh pilot dan pramugari supaya meningkatkan kewaspadaan, komunikasi, memeriksa kabin, kokpit sesuai prosedur, mengatur waktu istirahat sebelum bertugas, dan memastikan kebugaran pribadi.
“KNKT merekomendasikan Batik Air Indonesia untuk menyusun prosedur rinci dalam melakukan pemeriksaan kokpit untuk memastikan bahwa pemeriksaan kokpit dapat dilaksanakan dengan baik,” tulis KNKT.
Redaksi Mitrapost.com






