Mitrapost.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunana Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhajir Effendy menegaskan pemerintah akan menegur 33 universitas yang diduga melakukan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemendikbud Ristek untuk menangani kasus yang berkedok program mahasiswa magang ke Jerman alias ferienjob hingga menjerat 1.407 orang.
“Itu kan kementerian teknis nanti saya koordinasikan dengan Kemendikbud Ristek. Tapi yang jelas mereka tanpa ada sepengetahuan atau rekomendasi dari kementerian,” kata Muhadjir di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/3/2024).
Selanjutnya, ia menyebutkan magang di luar negeri baik untuk membangun mental kerja dan cukup dipertimbangkan dijika dilihat dari segi financial.
“Hanya memang kemudian mismatch dengan pekerjaan apalagi itu kalau dilihat status dia mahasiswa kemudian dia bekerja di sektor paling bawah itu kalau yang saya tahu di Amerika itu termasuk mengambil alih peran nelayan-nelayan di industri misalnya padahal dia misalnya jurusan bahasa Inggris atau jurusan yang tidak relevan,” jelas Muhadjir.
Lebih lanjut, Muhajir menyampaikan bahwa farenjob harus mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh Kemendikbud Ristek dan Kementerian Ketenagakerjaan.
“Ini yang kemarin dipersoalkan sebetulnya kalau diproses secara prosedur, mematuhi apa yang sudah regulasi yang ditetapkan oleh Kemendikbud Ristek, Kementerian Ketenagakerjaan mestinya itu bukan termasuk TPPO. Mestinya, menurut saya,” imbuhnya.
Ia menyebutkan kasus dugaan TPPO terjadi lantaran pihak kampus mengirim mahasiswa tanpa prosedur perizinan kementrian dan mengikutsertakan dosen serta agen.
Saat ini, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tersebut mengaku pihaknya Tengah mengusut dan menyelesaikan persoalan yang melibatkan ribuan mahasiswa Indonesia itu.
Lebih lanjut, ia tak menampik ada kemungkinan untuk mengatur tata Kelola magang di luar negeri di masa mendatang.
“Ini sedang kita proses. Kita cari titik temu. Menurut saya sebetulnya summer job, yaitu peluang kerja di musim panas itu sangat bagus kalau nanti dilembagakan dengan baik walaupun memang tidak selalu atau hampir bisa dipastikan memang kemudian jenis-jenis pekerjaannya tidak sesuai,” kata Muhadjir.
“Tapi dari sisi pengalaman kerja di luar negeri, di situ kan dia akan bisa mengadopsi tentang etika kerja, tentang kedisiplinan dan seterusnya yang itu masih menjadi problem di Indonesia kan Termasuk soal mental kerja itu,” lanjutnya.
Redaksi Mitrapost.com