Pati, Mitrapost.com – Profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan dambaan bagi semua orang. Hal itu sudah menjadi titik kesuksesan bagi sebagian masyarakat.
Salah satu guru honorer bernama Ahmad Hasib (52) yang telah mengabdikan diri selama 20 tahun akhirnya dapat menerima SK PPPK.
Ahmad Hasib (52) bercerita memulai karirnya sejak tahun 2005 di SDN Dumpil Kecamatan Dukuhseti sebagai Guru Kelas tenaga honorer di sekolah tersebut.
Perasaannya ketika mendapatkan SK PPPK sangatlah terharu. Karena itu merupakan penantian yang cukup lama.
“Ini merupakan adalah nikmat dan karunia dari Allah SWT dan ini memang (adalah) penantian yang tidak sia-sia. Saya sudah melaksanakan tugas disekolah dari 2005 sampai hari ini,” ucap Ahmad Hasib (52).
Melanjutkan cerita, Ahmad Hasib mengatakan sebelum diangkat menjadi PPPK, dia sempat punya perasaan pesimis terkait keikutsertaan seleksi untuk ikut PPPK.
“Ini sudah menanti lama. Bahkan ada saat-saat tertentu ada rasa putus asa (juga),” jelasnya.
Hal senanda juga disampaikan oleh Sudono (54) Tahun. Dia menyampaikan mulai mengajar pada tahun 2005 di SDN 2 Sidomulyo Gunungwungkal.
Dengan adanya pengangkatan sebagai PPPK, Sudono menyampaikan dengan status kali ini semoga masih tetap amanah dalam menjalankan tugas yaitu mengajar anak-anak didik.
“Tinggal umur sedikit, karena sudah tua. Tetapi kita tetap bersyukur doa saya hanya semoga kita bisa amanah dan bisa berkah,” ujar Sudono.
Sudono menceritakan SK PPPK kali ini merupakan buah dari kesabaran dan jangan putus asa untuk melakukan suatu apapun. Dia juga menceritakan pertama kali mendapatkan sertifikasi sebagai guru pada tahun 2012.
“Untuk dulu itu formasi di sekolah saya tidak ada. Adanya itu di sekolah jauh. Sedangkan kalau saya itu harus kerja jauh badan sudah tidak kuat. Satu-satunya harus sabar karena usia sudah tua,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sudono (54) Tahun menceritakan dulu juga sempat ikut CPNS pada formasi Guru tetapi tidak lulus. Selanjutnya ikut PPPK pertama kali namun tidak lulus juga.
Dalam hal ini untuk mencukupi sehari-harinya Sudono melakukan pekerjaan berkebun.
“Sabar, disamping jadi guru saya sambi dengan berkebun. Alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga,” tutup Sudono seorang Guru di SDN 2 Sidomulyo Kecamatan Gunungwungkal. (iwp)

Wartawan Mitrapost.com