Mitrapost.com – Siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Sukabumi, Jawa Barat tega melakukan pelecehan terhadap bocah berumur 7 tahun yang merupakan tentangganya sendiri. Tak berhenti di situ, pelaku juga mencekik korban.
Pelaku diketahui berinisial S (14), sedangkan korban berinisial MA (7). Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setywan Wibowo mengatakan bahwa awalnya korban hendak pergi membeli jajan usai menonton TV di rumah tengganya.
“MA pun pamit mau jajan kepada temannya. Sekitar pukul 09.00 WIB korban diikuti oleh terduga pelaku dan korban berjalan ke arah kebun pala,” ujarnya dilansir dari Kompas.
“Korban langsung diperlorotkan celananya dan korban langsung berontak, hingga akhirnya dicekik menggunakan celananya,” lanjutnya.
Dalam kondisi lemas, korban kemudian disodomi oleh pelaku. Korban kemudian ditinggal dan saat pelaku kembali, kondisi korban sudah tidak bernyawa.
“Sekitar pukul 11.00 WIB, pelaku S kembali ke kebun pala untuk memastikan korban. Saat itu kondisi tidak bernyawa. Kemudian melakukan sodomi kedua kalinya terhadap korban,” jelasnya.
Korban sempat dilaporkan hilang pada 16 Maret 2024. Dan baru ditemukan tewas pada 17 Maret 2024.
“Korban meninggal akibat kekerasan tumpul di bagian leher dan ototnya sehingga menimbulkan kekurangan oksigen dan mati lemas,” tambah dia.
“Kemudian adanya luka lecet di bagian dubur atau area lubang lepas korban, diduga adanya kekerasan seksual,” lanjutnya.
Pelaku diketahui membuang jasad korban ke dalam jurang yang tak jauh dari tempat pelaku melakukan aksi bejatnya.
“Korban saat itu langsung diseret dan dibuang jurang (TKP) lokasi ditemukan MA meninggal. Kemudian pelaku meletakkan sandalnya di TKP,” jelasnya.
Dokter Forensik Rumah Saki Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, dr Nurul Aida Fathia mengatakan bahwa luka lecet di bagian dubur yang dialami korban sudah dalam kondisi busuk.
“Secara kasat mata itu hanya tampak pengelupasan kulit, kayak luka lecet. Tapi karena kondisinya sudah busuk, jadi tidak terlalu jelas. Kalau orang hidup, ada darah dan segala macam,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan dokter patologi, ditemukan adanya tanda perlukaan di bagian lubang pelepas.
“Itu adalah luka baru. Jadi dibilang intravitalitas luka atau luka yang terjadi pada saat dia masih hidup,” jelasnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com






