Pati, Mitrapost.com – Sejumlah madrasah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah menghentikan sementara distribusi menu makan bergizi gratis (MBG). Penghentian distribusi itu dilakukan selama bulan Ramadan ini.
Alasan penghentian itu untuk meminimalisir adanya siswa yang ingin membatalkan puasa sebelum waktunya.
Koordinator MBG Wilayah Pati, Ahmad Khoirul Basar merespon adanya sejumlah madrasah yang menolak distribusi menu MBG. Menurutnya, penolakan itu merupakan hak dari pihak yayasan.
“Boleh saja, kalau bulan Ramadan, kalau dari pihak sekolah mungkin tidak menghendaki karena bikin batalnya anak-anak puasa itu diperbolehkan,” jelas Basar dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (23/02/2026) siang.
Ia mengaku bahwa saat ini baru mendapat laporan di dua yayasan yang menolak distribusi menu MBG. Diantaranya, Yayasan Salafiyah Kajen dam Yayasan Al Makruf Hadiwijaya.
Sementara penolakan distribusi MBG yang lain, pihaknya mengatakan belum mendapatkan laporan.
Lebih lanjut, meskipun terdapat madrasah yang menolak menu MBG, dia memastikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu tetap berjalan. SPPG itu, tambahnya, tetap melayani pemenuhan gizi di madrasah lainnya.
“Ndak ada pengalihan. Yang bisa dilayani saja,” ucapnya.
Untuk diketahui, selain dua yayasan di Kecamatan Margoyoso, dua Madrasah lain juga menghentikan sementara distribusi menu MBG diantara Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda Ngagel (Yapim) dan MTs Raudlotul Falah Mboro Desa Sitiluhur.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati Ahmad Syaiku mengatakan sebelumnya pendistribusian menu MBG di bulan ramadan rencananya akan dikaji.
Adapun, Menurut dia, penolakan di sejumlah madrasah itu untuk memberikan pelatihan puasa kepada siswa agar tidak berbuka sebelum pada waktunya.
“Bagi mereka yang menolak itu, alasannya kalau ini diberikan akan mengganggu ataupun peluang ketika anak-anak itu bawa makanan dari madrasah ke rumah itu dikhawatirkan mohon maaf mokak dan lain sebagainya,” ujar Syaiku. (*)

Wartawan Mitrapost.com






