Mitrapost.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berharap masyarakat sekitar bencana banjir lahar Gunung Marapi, Sumatera Barat, bersedia direlokasi atau dipindah.
Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengaku pihaknya bersama Tim Badan Geologi, serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih mengkaji untuk memetakan area yang berpotensi terdampak banjir, aman untuk ditingkali, dan mana yang harus direlokasi.
“Apabila nanti termasuk daerah berbahaya dan ke depan ingin selamat ketika ada bencana susulan, maka sebaiknya pindah. Lahannya akan disiapkan oleh pemerintah,” ujar Suharyanto dalam keterangan resminya, Kamis (16/5/2024).
Selanjutnya Suharyanto menyampaikan lahan yang akan digunakan sebagai pemukiman warga akan disediakan pemerintah daerah.
Sementara pembangunan rumah terdampak banjir akan dilakukan oleh BNPB dan Kementerian PUPR.
“Tapi yang tidak pindah dan rumahnya relatif berada di zona aman namun rusak, akan kita perbaiki. Bantuan perbaikan itu mulai dari Rp 60 juta untuk rusak berat, Rp 30 juta rusak sedang, dan Rp 15 juta rusak ringan,” jelasnya.
Tak hanya itu, dia menyebutkan bahwa pilihan relokasi dipakai sebagai langkah mitigasi dan mencegah dampak dari bencana banjir lahar susulan di masa depan.
Suharyanto berharap agar warga yang berada di zona merah bersedia direlokasi.
“Nanti yang menentukan aman dan tidaknya mereka yang ahli dari Badan Geoelogi dan BMKG,” pungkas Suharyanto. (*)
Redaksi Mitrapost.com






