Pati, Mitrapost.com – Ribuan anak di Kabupaten Pati tercatat tidak sekolah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Pati.
Sejauh ini, data yang berhasil dihimpun oleh Mitrapost.com yaitu mulanya tercatat 7.410 ATS, data tersebut bersumber dari Dashboard ATS Dapodik per 29/05/2024 hari Rabu. Di hari berikutnya Kamis, 30/05/2024 data yang tercatat turun 2, sehingga totalnya menjadi 7.408.
PJ Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro menyebutkan ATS di Kabupaten Pati dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kondisi ekonomi, perkawinan di bawah umur hingga anak disabilitas yang tidak sekolah.
Dalam hal ini, Henggar menyebut pihaknya akan melakukan sampling terhadap 6 desa untuk mengetahui solusi dari permasalahan tersebut. Menurutnya, ATS ini merupakan Pekerjaan Rumah (PR) bersama yang harus segera terselesaikan.
“Mulai dari perkawinan di bawah umur, kondisi ekonomi, budaya hingga disabilitas. Nanti akan kita lakukan sampling di 6 desa guna mengetahui apa permasalahan dan solusinya,” ujar Henggar dalam sambutannya belum lama ini.
“Misal anak putus sekolah tidak mempunyai ijazah SMP/SMA bisa kita selesaikan dengan program kejar paket mungkin itu salah satu jalan keluar,” lanjutnya.
Disebutkan, Jasman Hendratno Konsultan UNICEF Pendidikan Jawa Tengah, ATS di Kabupaten Pati sangat beragam dari mulai anak belum pernah sekolah, anak putus sekolah serta anak yang lulus tetapi tidak melanjutkan.
Pihaknya bersama Pemkab Pati menargetkan untuk bisa sedikit demi sedikit untuk mengurangi ATS di Kabupaten Pati.
“Ini target kami, dan disepakati oleh pemerintah daerah bahkan tadi Pak PJ begitu semangatnya untuk menangani anak tidak sekolah,” ucap Jasman.
Kemudian, Jasman menyampaikan faktor ATS di Kabupaten Pati diantaranya yaitu perkawinan dini, pekerja anak, budaya.
“Kawin bocah, kawin sebelum 18 tahun (itu berarti kawin bocah), terus kemudian pekerja anak (anak yang bekerja) di bawah umur juga, kenapa?, itu biasanya dari faktor ekonomi, terus factor budaya itu memang, misalnya kayak begini wes cah wedok ora usah sekolah duwur-duwur,” lanjutnya.
Sebagai informasi, Kecamatan yang memiliki ATS tertinggi yaitu Kecamatan Sukolilo ada 1005 data tercatat, Kecamatan Juwana 645 data tercatat, Kecamatan Kayen 549 data tercatat. (Adv Setda)

Wartawan Mitrapost.com






