Sebab-sebab Allah SWT Mencabut Nikmat Seorang Hamba

Mitrapost.com – Allah SWT menganugrahkan nikmat yang besar bagi seluruh manusia. Bahkan, kemampuan bernapas dan menghirup udara segar pun patut disyukuri sebagai pemberian nikmat Allah SWT yang tak terhitung nilainya.

Allah SWT berfirman pada surah Ibrahim ayat 34,

وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُۗ وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ ࣖ ٣٤

Artinya: “Dia telah menganugerahkan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat zalim lagi sangat kufur.”

Ayat tersebut merupakan pengingat bagi umat muslim untuk bersyukur akan nikmat-Nya. Hal ini juga menjadi tanda agar manusia senantiasa berbuat kebaikan dan menghindari kezaliman. Pasalnya, berbuat zalim bisa jadi salah satu alasan dicabutnya nikmat seorang hamba.

Lantas, apa saja sebabnya? Simak penjelasan berikut!

Kurang Bersyukur

Sebagaimana yang diterangkan surah Ibrahim ayat 7 yang berbunyi,

اِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ٧

Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras’.

BerdasarkanTafsir Tahlili Kemenag, ayat tersebut menjelaskan bahwa orang-orang kaya yang kikir atau suka menggunakan kekayaannya untuk hal-hal tak terpuji, maka kekayaannya tidak bertambah dan semakin menyusut. Bahkan di akhirat kelak, ia akan mendapat balasan yang pedih.

Tidak Pernah Bersedekah

Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT mengkhususkan pemberian kenikmatan-Nya kepada kaum-kaum tertentu untuk kemaslahatan umat manusia. Apabila mereka membelanjakannya (menggunakannya) untuk kepentingan manusia maka Allah akan melestarikannya namun bila tidak, maka Allah akan mencabut kenikmatan itu dan menyerahkannya kepada orang lain,” (HR Ath-Thabrani dan Abu Dawud).

Senang berfoya-foya

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah SWT akan menjadikan kefakiran berada di antara kedua kelopak matanya, hidupnya tak terarah, dan hanya diberi kenikmatan dunia sebatas yang ditakdirkan untuknya saja.

“Dan, barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan memberinya kecukupan di hatinya, hidupnya lebih terarah, dan dunia datang kepadanya tanpa harus dicari. Dan, Allah SWT lebih cepat memberikan semua kebaikan kepadanya,” (HR Ibnu Majah). (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati