Pati, Mitrapost.com – Baru-baru ini Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), mendapatkan nama-nama negatif di aplikasi Google Maps. Seperti, ‘penadah mobil profesional’, ‘beban negara’, ‘desa preman jago kandang’, hingga ‘penadah kendaraan rental’.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, mengatakan tag negatif di Google Maps diluar kendali pihaknya.
“Kami tekankan bahwa platform Google Maps tidak berada di bawah kendali Diskominfo, Google maps itu dimiliki oleh Google,” kata Ratri.
Ratri menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipasi soal penamaan tah negative di desa tersebut. Meskipun, upaya tersebut belum maksimal lantaran tag negatif itu muncul kembali.
“Sehingga sekali lagi dalam hal untuk melakukan langkah-langkah terkait dengan hal penamaan lokasi yang ada di bagian wilayah Sukolilo dengan penamaan kurang sepantasnya kami juga menggunakan fitur yang ada di Google maps tersebut. Itu salah satu upaya kami walaupun dengan saat ini belum berdampak signifikan terhadap penamaan lokasi yang ada di Sukolilo,” kata Ratri.
“Iya jadi memang penggantian nama itu termasuk sudah menjadi atensi kami hampir 7-8 hari ini. Setiap hari kita ganti,” imbuhnya.
Selanjutnya, dia mengimbau masyarakat agar bijak menanggapi kejadian pengeroyokan di Desa Sumbersoko yang menewaskan bos rental asal Jakarta, BH (52). Ratri menambahkan bahwa polisi telah melakukan langka hukum terkait aksi pengeroyokan tersebut.
“Kami juga memberikan imbauan kepada warganet mungkin yang memberikan perhatian lebih pada peristiwa tanggal 6 Juni di Desa Sumbersoko itu memang kami berharap langkah hukum sudah dilaksanakan oleh terutama pimpinan, Pak Kapolda, dan sudah menjadi atensi beliau dan dalam hal ini langkah penegak hukum sudah dilaksanakan,” jelas Ratri.
“Saya berharap warganet bisa bijaksana dalam menyikapi yang viral ini sehingga masyarakat juga yang memanfaatkan Google maps bisa menikmati layanan itu. Jadi harapannya jangan sampai penamaan itu dinamai dengan nama-nama yang kurang layak, itu menimbulkan stigma tidak baik terhadap wilayah Kabupaten Pati pada umumnya dan wilayah Kecamatan Sukolilo pada khususnya. Jadi pesan Pak Kapolda bisa diterima oleh masyarakat jangan membuat stigma terhadap apa yang terjadi di wilayah Sukolilo tersebut,” pungkasnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com





