Mitrapost.com – Sebagai umat Islam, dianjurkan untuk senantiasa meningkatkan keimanan dengan memperbanyak amal baik selama di dunia. Amal tersebut bisa berupa ibadah kepada Allah SWT maupun berbuat baik kepada orang lain untuk mencari ridho-Nya.
Meski demikian, mungkin kita pernah bertanya-tanya apa yang menjadi tanda diterimanya amal ibadah oleh Allah SWT. Maka dari itu, kami rangkum beberapa ciri-ciri diterimanya amal ibadah. Simak selengkapnya artikel berikut!
Apa tanda amal ibadah diterima?
Tanda pertama diterimanya amal oleh Allah SWT adalah keringanan dalam melakukan perbuatan dan amalan yang baik lainnya. Ini dikarenakan amal baik membawa orang pada kebaikan-kebaikan lain, sehingga muncul perasaan tenang, ringan, dan tanpa beban.
Dilansir dari Muslim.id, ada seorang ulama salaf mengatakan, “Diantara ganjaran amal shalih adalah amal shalih setelahnya. Dan diantara ganjaran dosa adalah dosa setelahnya.”
Selain itu, ada sebuah hadits dari sahabat Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Berbuatlah jujur, karena kejujuran akan mengantarkanmu pada kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkanmu kepada surga,” (HR. Muslim).
Kemudian, tanda lainnya adalah merasa kecil dan tidak sombong. Terutama terkait ibadah dan kebaikan yang telah dilakukan. Selain itu, mereka yang amalannya diterima oleh Allah SWT menyadari dosa-dosa, sehingga mereka akan senantiasa bertaubat dengan beristigfar.
Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah menyampaikan;
“Tanda diterimanya amal shalih anda (adalah) saat hati merasa bahwa amal shalih masih hina dan kecil. Sampai orang-orang yang benar-benar mengenal Allah, selalu beristighfar setiap usai melakukan ibadah.
“Adalah Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bila selesai salam dari sholat, beliau beristighfar sebanyak tiga kali. Allah juga telah memerintahkan hamba-hambaNya untuk beristighfar setelah selesai melakukan ibadah haji. Allah juga memuji mereka yang beristighfar setelah melakukan sholat malam. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan taubat dan istighfar usai berwudhu.”
Artinya, mereka yang memiliki ketebalan iman akan selalu beristighfar, bahkan usai melakukan amal ibadah karena merasa amalannya masih sangat penuh kekurangan. (*)
Redaksi Mitrapost.com






