Banjir Rob di Pati Utara Sebabkan Petambak Rugi Rp50 Miliar

Pati, Mitrapost.comBanjir rob yang melanda wilayah Pati bagian utara menyebabkan petambak mengalami kerugian hingga Rp50 miliar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Hadi Santosa mengatakan, ada 10 desa di dua kecamatan yang tambaknya terdampak rob yaitu Kecamatan Margoyoso dan Tayu. Luas total tambak yang terdampak mencapai 436 hektare.

“Hari ini kita mengidentifikasi tambak yang terdampak rob, itu ada di 10 desa, di dua kecamatan,” ujarnya dilansir dari Detik.

Kecamatan Margoyoso yang terdampak meliputi Desa Margotuhu, Sekarjalak, sampai Margoyoso. Sedangkan Kecamatan Tayu meliputi Donorejo, Jempat Kidul, Margomulyo, Keduromo, Tunggulsari, Sambiroto dan Jepat Lor.

“3 desa di Kecamatan Margoyoso meliputi Margotuhu, Sekarjalak, sampai Margoyoso. Dan 7 Desa di Kecamatan Tayu meliputi Donorejo, Jempat Kidul, Margomulyo, Keduromo, Tunggulsari, Sambiroto dan Jepat Lor,” jelas dia.

Wilayah paling parang terdampak rob adalah wilayah Tunggulsari, Jepat Lor dan Kidul, serta Margomulyo.

“Terdampak paling parah di sekitar Desa Tunggulsari dan Margomulyo, Jepat Lur, dan Jepat Kidul,” ujarnya.

Menurutnya, sebanyak 40 persen wilayah dari luasan tambak yang terdampak rob. Padahal, seharusnya para petambak sudah bisa memanen hasil tambaknya.

“Untuk tambak yang terdampak itu total 10 desa itu 436 hektare sekitar 40 persen dari luasan tambak,” ujarnya.

Akibatnya, para petambak mengalami kerugian hingga Rp50 miliar.

“Ini rata-rata sebulan lagi akan musim panen, memang ada kerugian. Kerugian ada Rp50 miliar, melihat kondisi beberapa kali panen tidak bisa maksimal. Petambak kebanyakan ikan nila salim,” jelasnya.

Tercatat, rob sudah terjadi selama dua tahun ini. Pihaknya juga telah mengusulkan agar petambak yang mengalami gagal panen bisa mendapat bantuan.

“Kondisi ini sepertinya terjadi sudah sejak tahun kemarin. Untuk yang tahun kemarin sudah kita usulkan kepada BNPB beberapa usulan dari kami itu pertama perbaikan saluran sungai yang ada di tambak tersebut,” jelasnya.

“Kedua perbaikan jalan usaha di tambak yang memang pada saat itu tergenang dan rusak, untuk tahun 2025 kita sudah memberikan bantuan benih pengganti kepada petambak yang ikannya hilang karena rob, meskipun jumlahnya sedikit belum bisa memenuhi semua,” lanjutnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati