Mitrapost.com – Kemunculan Dajjal merupakan salah satu tanda kiamat besar. Sebelum kehancuran dunia, Dajjal akan tinggal di Bumi dalam beberapa waktu tertentu untuk menyebarkan fitnah besar kepada seluruh manusia.
Orang-orang yang tidak beriman akan terlena dengan tipu daya Dajjal, seperti menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta, orang sakit lepra. Mereka menganggap surga, padahal surga Dajjal tersebut neraka Allah SWT.
Sedangkan orang beriman tidak mudah dibujuk karena tahu neraka Dajjal adalah surga Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda,”Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya lebih besar dari Dajjal.” (HR Muslim)
Lantas, berapa lama Dajjal berada di Bumi? Simak penjelasan berikut!
Berapa lama Dajjal ada di Bumi?
Menurut Rihlah Ilaa Daaril Akhirah tulisan Mahmud Al-Mishri Abu Ammar yang diterjemahkan H Ghilmanul Wasath dan H Abdurrahman Kasdi, Dajjal tinggal di muka bumi selama 40 hari. Namun, 40 hari itu terasa lebih lama, tidak seperti hari-hari pada umumnya.
Rasulullah SAW pernah bersabda saat para sahabat bertanya tentang lama waktu Dajjal tinggal di bumi, “Wahai Rasulullah, berapa lama ia akan tinggal di bumi?”
Rasulullah SAW kemudian menjawabnya, “Empat puluh hari. Satu hari itu bagaikan satu tahun, satu hari lainnya bagaikan satu bulan, dan satu hari lainnya bagaikan satu Jum’at. Sedangkan hari-hari lainnya bagaikan hari-hari kalian.”
Para sahabat bertanya kembali, “Wahai Rasulullah, apakah satu hari yang bagaikan satu tahun itu cukup bagi kami untuk sholat satu hari di dalamnya?”
Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, ukuran harinya itu menurut ukuran Dajjal,” (HR Muslim).
Dari Fatimah binti Qois RA, ia bercerita bahwa Dajjal pernah berkata kepada salah satu sahabat nabi bernama Tamim RA, “Aku keluar lalu berjalan di bumi, dan tidak akan kutinggalkan satu kampung pun kecuali kulewati dalam 40 malam,” (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi).
Sementara itu, Dajjal disebut akan mengunjungi seluruh tempat di bumi dengan kuda dan kakinya, kecuali Makkah dan Madinah. Hal ini ada di dalam hadits, “Dajjal melewati bumi ini dalam 40 malam, kecuali Thayyibah (Madinah),” (HR Ahmad).
Jabir bin Abdullah RA turut meriwayatkan hadits bahwa, “Dan ia mempunyai 40 hari berjalan di bumi. Ia menahan air dan tempat minum, kecuali Madinah dan Makkah karena Allah telah mengharamkan keduanya bagi Dajjal, dan para malaikat selalu berdiri di kedua pintunya,” (HR Ahmad dan Hakim). (*)
Redaksi Mitrapost.com