Mitrapost.com – Umat Islam dianjurkan untuk senantiasa melakukan amalan terpuji selama hidup di dunia. Meski demikian, ada 3 (tiga) amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT. Amalan-amalan ini pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW kepada Ibnu Mas’ud ra.
Diriwayatkan Ibnu Mas’ud ra, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Apakah amalan yang paling dicintai Allah? Rasulullah SAW bersabda, ‘Salat tepat pada waktunya.’ Aku bertanya, ‘Lalu apa lagi?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Berbakti kepada orang tua, jihad di jalan Allah’,” (HR Bukhari dan Muslim dalam Shahih-nya).
Maka dari itu, berikut kami rangkum beberapa amalan yang dicintai Allah SWT.
Salat tepat waktu
Rasulullah SAW bersabda tentang salat wajib lima waktu di awal waktu, “Waktu Dzuhur adalah saat matahari tergelincir dan bayang-bayang seseorang seperti dirinya sendiri, selagi waktu Ashar belum tiba. Sedangkan waktu Ashar (berakhir) saat matahari telah memerah. Waktu sholat Maghrib (masih ada) selama awan merah belum sirna. Waktu Isya (memanjang) hingga pertengahan malam, dan waktu sholat Subuh dimulai dari terbitnya fajar hingga matahari terbit. Jika matahari telah terbit, maka janganlah melaksanakan sholat, sebab matahari itu terbit di antara dua tanduk setan,” (HR Muslim dalam Shahih Muslim).
Berbakti pada orang tua
Allah SWT berfirman dalam surat Al Isra ayat 23,
۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا ٢٣
Artinya: “Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”
Dari riwayat dari Ibnu Umar, ia menceritakan seseorang datang menghadap Nabi SAW dan meminta izin kepada beliau untuk berperang, “Nabi berkata, ‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Ia menjawab, ‘Ya’, Nabi berkata lagi, ‘Berjihadlah kamu kepada mereka (berbakti)’,” (HR Bukhari dalam Shahih Bukhari, Abu Dawud dalam Sunan Abi Dawud, dan at-Tirmidzi dalam Sunan Tirmidzi).
Jihad di jalan Allah SWT
Diriwayatkan Abu Said Al-Khudri, Rasulullah SAW ditanya, “’Wahai Rasulullah, siapa manusia terbaik?’ Beliau menjawab, ‘Mukmin yang berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan harta’,” (Muttafaq Alaih. Dikeluarkan Imam Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah). (*)
Redaksi Mitrapost.com






