Mitrapost.com – Mi instan merupakan makanan favorit beberapa orang, bahkan salah satu jenis makanan yang populer. Selain karena kepraktisan dalam mengolahnya, mi instan juga memiliki banyak pilihan rasa yang cocok bagi lidah orang Indonesia.
Meski demikian, konsumsinya perlu diperhatikan dan tidak boleh berlebihan. Terlalu banyak konsumsi mi instan dikhawatirkan meningkatkan risiko penyakit karena sulit dicerna dan mengandung bahan-bahan yang tidak baik dikonsumsi jangka panjang.
Berikut ini beberapa gangguan kesehatan yang bisa terjadi akibat terlalu sering makan mi instan.
Obesitas
Makanan ini memiliki bahan utama berupa tepung. Dalam satu kemasan mi instan mengandung kalori, karbohidrat, dan lemak trans. Sementara, tidak mengandung nutrisi bermanfaat lainnya, seperti serta dan vitamin. Maka dari itu, jika dikonsumsi secara berlebihan berpotensi meningkatkan berat badan anak, hingga obesitas.
Gangguan pencernaan
Mi instan tidak banyak mengandung nutrisi yang berguna bagi kesehatan pencernaan, seperti serat dan vitamin. Sebaliknya, makanan ini terbuat dari bahan-bahan yang perlu dicerna lebih lama di perut, seperti karbohidrat. Adapun gangguan pencernaan ini bisa meliputi sembelit, kembung, bahkan diare.
Risiko penyakit kronis
Kandungan propylene glycol yang berfungsi untuk menjaga kelembapan mi dalam kemasan bisa menumpuk dan mengendap di dalam hati, jantung dan ginjal jika dikonsumi berlebihan. Akibatnya, muncul risiko mengalami kerusakan jangka panjang pada organ-organ penting tersebut, memicu penyakit kronis seperti kanker dan gangguan pada ginjal.
Kurang gizi
Mi instan memang membuat kenyang, meski demikian jenis makanan tersebut minim nutrisi penting. Kandungan vitamin, mineral, protein, dan serat diperlukan tubuh untuk pertumbuhan dan menjaga imunitas tubuh. Kekurangan beberapa nutrisi tersebut memicu kurang gizi. (*)
Redaksi Mitrapost.com






