Pati, Mitrapost.com – Kerusakan jalan di Desa Bakaran Kecamatan Juwana tepatnya di jalan menuju Pulau Seprapat kondisinya sangat memprihatinkan.
Jalan yang sering digunakan untuk sektor perikanan itu kondisinya retak dan ambles dengan panjang sekitar 30 meter.
Direksi Pekerjaan Pengendalian Banjir Muara BBWS Pemali Juwana Novan mengatakan bahwa secara fungsi proteksi jalan itu tidak seharusnya digunakan untuk tambatan kapal.
Namun, dari hasil pertemuan dengan pelaku perikanan, sudah ada kesepakatan akan mengembalikan fungsi dari jalan itu seperti semula.
“Penanganan dan perbaikan sudah disampaikan, tinggal kita menunggu informasi mengenai jalan akses sementara, apakah kita bisa menggunakan lahan warga sementara atau bagaimana,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa kerusakan jalan itu memang agak berat, sehingga untuk memperbaikinya kembali maka butuh waktu sekitar 1,5 bulan.
“Estimasi pelaksanaan itu 1,5 bulan selesai, dan untuk anggarannya belum kita rinci, ini kan tindakan darurat, jadi yang kita dahulukan actionnya dulu. Untuk kewenangan jalan itu, ada di DPUTR Kabupaten, dan sungainya kewenangan BBWS, jadi nanti ada kolaborasi,” jelasnya.
Terpisah, salah satu pengusaha kapal yang ada di Juwana, Mukit mengaku prihatin dengan kondisi kerusakan jalan tersebut. Lantaran, lalu lintas di sektor perikanan yang melintas jalan itu akan menjadi lumpuh.
“Jalan itu tidak bisa dilalui karena rusaknya parah, jadi harus segera diperbaiki,” ucap Mukit yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati.
Menurutnya, untuk memperbaiki jalan itu harus bisa digunakan jangka panjang dan tidak terkesan sementara. Karena untuk kondisinya saat ini sudah sangat parah dan memprihatinkan.
“Untuk memperbaiki jalan itu, masih bisa menggunakan anggaran darurat, kalau tidak bisa, dan perlu komunikasi dengan pihak terkait, nanti bisa diupayakan,” paparnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






